Thursday, 14 Nov 2019
Temukan Kami di :
News

Kajati Jatim : Mahkamah Agung Tidak Pernah Intervensi Kasus La Nyalla

Aisyah Isyana - 26/05/2016 22:49

Beritacenter.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung tidak terganggu meski antara tersangka kasus penyalahgunaan dana hibah Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, dan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali masih ada hubungan kekerabatan.

Maruli percaya sidang praperadilan yang menguji keabsahan penetapan tersangka Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia itu di Pengadilan Negeri Surabaya akan berlangsung jujur dan adil. “Saya kenal betul dengan Hatta Ali,” ujar Maruli.

Baca Juga : Kasus La Nyalla Tidak Ada Kaitannya Dengan Ketua MA

Menurut Maruli, Hatta Ali adalah orang yang profesional. Kepada Tempo, Maruli menceritakan pengalamannya ketika sering sidang dengan Hatta Ali di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 2008. Maruli yakin Hatta Ali akan berpihak pada kebenaran hukum.

Kejaksaan telah menetapkan La Nyalla sebagai tersangka korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur untuk membeli saham perdana di Bank Jatim senilai Rp 5,3 miliar pada 2012. Dari penjualan saham itu, ada keuntungan Rp 1,1 miliar yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tidak terima dengan penetapannya sebagai tersangka, melalui kuasa hukumnya, La Nyalla, mengajukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya. Penasihat hukum La Nyalla mengatakan alasan kliennya mengajukan gugatan praperadilan adalah dalam praperadilan sebelumnya, Pengadilan Negeri Surabaya telah memutuskan setiap penyidikan terkait dengan dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2011-2014 dinyatakan tidak sah.

Ketidaksahan itu karena Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya pada Desember 2015 sudah memvonis dua pejabat Kadin Jawa Timur, Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring, dengan hukuman penjara masing-masing 1 tahun 2 bulan serta 5 tahun 8 bulan. Keduanya terbukti merugikan negara sebesar Rp 26 miliar.

Waktu itu, La Nyalla hanya diperiksa sebagai saksi. Dia lolos dari jerat hukum karena dianggap telah membuat surat pendelegasian kepada dua wakilnya itu untuk mengelola kegiatan penggunaan dana hibah tersebut. Namun penyidik terus menelusuri keterlibatan La Nyalla hingga berujung pada penetapan tersangka.



Berita Lainnya

Kabar Gembira! Ahok Jadi Petinggi Pertamina

13/11/2019 16:07 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA