Friday, 22 Jun 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Pelaku Pengedar Uang Palsu Digelandang Aparat

Indah Pratiwi - 20/05/2016 17:55 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Kepolisian Sektor Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat bersama warga menangkap dua pelaku pengedar uang palsu di Kampung Rawa Rt01 Rw02, Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur.

Dua pelaku itu yaitu Ahmad Syahroni (30), dan Nendang (30) dari Kecamatan Karangbahagia tak berkutik ketika diamankan warga setempat, saat tersangka hendak ke warung milik yayang untuk membeli rokok," kata Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Timur, Komisaris Liston Marpaung di Kabupaten Bekasi, Jumat(20/5).

Menurut dia, warga setempat curiga melihat tingkah laku tersangka sejak satu minggu sebelum penangkapan.

Setelah itu pada hari Kamis (19/5) jam 00.30 WIB warga mendatangi kontrakan pelaku dengan ditemukan uang palsu sebanyak empat juta rupiah.

Pelaku diarak keluar rumah oleh warga untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

Pelaku mengakui kepada warga dan polisi telah melakukan pengedaran uang palsu di daerah tersebut dengan cara membelanjakannya di warung warung konvesional.

Pelaku sering menggunakan uang Rp100.000 untuk dibelikan barang kebutuhan sehari-hari.


Menurut pelaku, warung konvensional merupakan target utama dan yang paling mudah dalam melancarkan peredarannya tanpa diketahui dan dicurigai oleh warga Lanjut Liston mengatakan, keuntungan yang diperoleh pelaku dalam satu hari mencapai Rp848.000 dalam bentuk pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu uang asli.

Pelaku sering kali membelanjakan kebutuhan utama antara lain sembilan bahan pokok dan kebutuhan sekunder seperti pulsa, rokok, kopi, dan lain-lain.


Ia menambahkan dalam kasus uang palsu ini diamankan dua unit ponsel dan satu unit sepeda motor merk Yamaha Bison warna hitam bernopol B 3518 FNY yang digunakan untuk beraksi.

"Dalam modus peredaran uang palsu, pelaku pelaku membeli dengan perbandingan 1:4," katanya.

Liston mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap peredaran upal yang baru marak terjadi di wilayah hukumnya.

Apalagi mendekati bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, di mana perputaran uang akan lebih besar dibandingkan hari biasa.

Momen inilah, yang kerap dimanfaatkan tersangka untuk mengedarkan upal di kalangan masyarakat.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 36 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011, tentang Mata Uang, Sub Pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA