Thursday, 23 Jan 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Praperadilan La Nyalla, Kejati Jatim Ajukan Dokumen Lama

Aisyah Isyana - 20/05/2016 13:49

Beritacenter.COM, Surabaya - Lanjutan sidang praperadilan atas penetapan Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka perkara dana hibah Kadin digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat, 20 Mei 2016, dengan agenda pembuktian.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim sebagai termohon dinilai hanya mengajukan bukti lama yang sudah pernah diungkap dalam sidang praperadilan sebelumnya yang telah menghasilkan putusan pembatalan seluruh surat perintah penyidikan (Sprindik) yang diterbitkan Kejati dalam perkara ini.

”Kami sudah cek semuanya saat penyerahan dokumen ke hakim. Termohon hanya menyampaikan dokumen lama. Semuanya sudah disampaikan di pengadilan yang telah menghasilkan empat putusan, yaitu dua putusan pengadilan tindak pidana korupsi dan dua putusan praperadilan,” kata Togar Manahan Nero.

"Empat putusan itu semuanya menyatakan bahwa Pak La Nyalla tidak sebagai peserta dalam perkara ini sesuai konteks Pasal 55 KUHP dan penyidikan kembali perkara ini tidak dibenarkan secara hukum," imbuhnya.

Oleh karena itu, Togar optimistis pihaknya sebagai pemohon akan kembali memenangkan gugatan praperadilan ini. Dimana hakim tunggal Mangapul Girsang akan membacakan putusan pada lanjutan sidang pada hari Senin, 23 Mei 2016.

”Substansi semua yang diajukan termohon sama dengan apa yang sudah dibahas dalam dua praperadilan sebelumnya, di mana dua praperadilan itu menyatakan tindakan hukum kejaksaan tidak sah. Jadi kami optimistis bisa kembali menang,” tegas Togar.

Terkait bukti yang diklaim baru, yaitu dokumen yang menyatakan Kejati Jatim sudah pernah melakukan pemeriksaan terhadap La Nyalla, Togar menyatakan dokumen tersebut tidak sesuai konteks perkara. Untuk menetapkan tersangka, sesuai putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014, memang harus didahului dengan pemeriksaan orang tersebut sebagai calon tersangka.

”Benar bahwa Pak La Nyalla pernah diperiksa, namun itu sebagai saksi bagi tersangka Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring dalam perkara sebelumnya. Pak La Nyalla tidak pernah diperiksa sebagai calon tersangka dalam satu proses penyidikan berdasarkan Sprindik tanggal 12 April maupun 22 April 2016 terkait perkaranya. Jadi penetapan tersangkanya tetap tidak sah,” tambah advokat asal Medan ini.

Sementara itu, tim jaksa dari Kejati Jatim Bambang Budi Purnomo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan surat dan dokumen-dokumen lain. ”Kita sajikan surat dan bukti pemeriksaan. Kita tunggu bagaimana putusan hakim,” kata dia.

Untuk diketahui, perkara penggunaan dana hibah Kadin Jatim yang disangkakan kepada La Nyalla Mattalitti adalah perkara yang telah diputus pengadilan pada 18 Desember 2015 dengan dua terpidana dari jajaran pengurus Kadin Jatim, yaitu Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.

Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam dakwaan disebutkan, Diar dan Nelson adalah pelaku tindak pidana dan tidak ada pelaku peserta (deelneming) yang lain selain keduanya.

Namun, pada 27 Januari 2016 dan 15 Februari 2016, Kejati menerbitkan Sprindik perkara penggunaan dana hibah Kadin Jatim. Lalu dipraperadilankan, dan PN Surabaya membatalkan Sprindik tersebut pada 7 Maret 2016.

Lagi-lagi Kejati Jatim menerbitkan Sprindik baru atas perkara lama tersebut dilanjutkan dengan penetapan La Nyalla sebagai tersangka pada 16 Maret 2016. Pengadilan kembali menyatakan penetapan tersangka tersebut tidak sah pada 12 April 2016.

Namun, lagi-lagi pada 12 April 2016 dan 22 April 2016 Kejati Jatim menerbitkan Sprindik dan surat penetapan tersangka baru terhadap La Nyalla. Kini, penetapan tersangka tersebut kembali digugat di praperadilan, dan proses sidang tengah berjalan.



Berita Lainnya

Syekh Ali Jaber Resmi Jadi WNI

23/01/2020 14:32 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA