Tuesday, 20 Feb 2018
Temukan Kami di :
Bola

Suspensi FIFA Sudah Diangkat, Masih Perlukah KLB Itu?

Aisyah Isyana - 14/05/2016 07:42

Beritacenter.COM - Apa yang diharapkan oleh masyarakat sepakbola Indonesia praktisi dan suporter, sudah terjawab. FIFA, otoritas sepakbola satu-satunya di dunia, sudah mencabut suspensinya Jumat (13/5/16). Sehari sebelumnya Pemerintah lebih dulu mencabut pembekuannya atas PSSI. Artinya PSSI telah kembali menjadi organisasi yang merdeka.

Dengan posisi seperti itu, maka PSSI dibawah pimpinan La Nyalla Mattalitti yang belum sempat bekerja sejak terpilih melalui KLB di Surabaya (18/4/15), senin mendatang akan memulai pekerjaannya. Jadi, jika kita semua mau jujur, maka momen ini hendaknya digunakan untuk menilai apakah LNM dan seluruh exco serta pengurus lainnya mapu atau tidak untuk bekerja.

Jika minggu lalu ada 85 voters yang menuntu KLB dengan alasan pengurus PSSI bermasalah dengan pemerintah dan dihukum FIFA, maka sekarang tidak lagi. Jika sebelumnya para pengurus PSSI dianggap tidak mampu mengatasi keadaan dan menyebabkan kompetisi tidak berjalan, maka sejarang posisi telah betubah. PSSI akan mampu melaksanakan tugas-tigasnya dengan baik.

Baca Juga : Reformasi PSSI, Benarkah? dan PSSI Maluku Utara : Sudah Tidak Perlu Lagi KLB

Saatnya ke-85 voters bersikap jujur dengan menarik hasratnya untuk menggelar KLB. Kenapa? Ya, saatnya semua pihak kembali pada posisi nol. Posisi seperti setelah KLB Surabaya.

Jika ternyata voters tetap memaksakan KLB, maka kita, para pencinta sepakbola menjadi tahu bahwa permasalahan sesunghuhnya bukan pada pengurus, tapi merekalah sumber masalah itu sendiri.

Pusamania, Maluku Utara, Jogya, dan Jawa Timur adalah contoh yentang kesadaran berorganisasi dengan baik. Mereka mencabut pernintaan KLB yang sebelumnya betsama ke-85 voters mengajukannya.

Baca Juga : Siapapun yang Menjadi Ketua PSSI, Kudeta Tetap Mengancam!

Karena, jika mereka menilai pengurus PSSI khususnya Ketua Umum La Nyalla gagal, parameter apa yang mereka gunakan? Bukankah mereka tahu bahwa secara organisasi PSSI dibekukan? Dan, bukankah mereka juga tahu bahwa pengurus khususnya LNM melakukan semuanya yang kemudian dianggap telah menentang pemerintah (baca: menpora) semata-mata untuk menjaga marwah organisasi dan membela anggotanya?

Saatnya para voters mau berkata dan berbuat jujur. Jika tidak, catat: Sepakbola Indonesia akan tetap jalan ditempat bahkan akan mundur. Mengapa? Dengan memaksa LNM mundur melalui KLB, mereka justru berhasi menyongkirkan orang yang memilili kpmitmen memberantas mafia sepakbola. Jika usaha penghulingan LNM itu juga didukung pemerintah, maka pettanyaannya: Siapa sesungguhnya yang tidak.ingin srpakbola Indonesia bersih?

Jawabnya kita bisa saksikan dari sebetapa kuatnya hasrat dan nafsu pemerintah serta voters memaksa KLB. Semoga Tuhan segera membuka seluruh kebusukan yang hingga saat ini terus diselimuti kepentingan.



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat