Wednesday, 20 Jun 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Marudut Sudah Siapkan Uang Untuk Kajati DKI Terkait Kasus Suap PT Brantas?

Aisyah Isyana - 27/04/2016 11:53

Beritacenter.COM, Jakarta - Soesilo Ariwibowo selaku Kuasa Hukum Marudut Pakpahan mengakui bahwa sepekan sebelum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kliennya menemui Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Sudung Situmorang.

Adapun pertemuan pada 23 Maret tersebut diduga terkait penanganan penghentian kasus yang diselidiki Kejati DKI terhadap PT Brantas Abipraya.

Baca Juga : KPK Sudah Menduga Jaksa Adalah Pihak Penerima Suap Dari PT BA

Dalam kasus tersebut Marudut sendiri berperan sebagai perantara antara PT Brantas dengan Kejati DKI. Marudut diketahui merupakan teman bermain golf Senior Manager PT Brantas Dandung Pamularno.

"(Pertemuan) Mengenai kasus Abipraya iya. Meminta dibantulah kalau memungkinkan," kata kuasa hukum Marudut, Soesilo Ariwibowo, Jakarta, Rabu, 27 April 2016.

Dalam pertemuan tersebut, kata Soesilo, Sudung tidak berbicara banyak. Sudung lantas memanggil Asisten Pidana Khusus Tomo Sitepu dan mengenalkannya kepada Marudut. Sebab, Tomo lah orang yang paling tahu mengenai kasus PT Brantas.

"Pak Sudung nggak menjanjikan apa-apa. Kemudian dikenalkan dengan Tomo Sitepu. Kalau memungkinkan iya (dibantu), kalau tidak ya tidak. Tidak ada janji," ungkap Tomo.

Baca Juga : Berbelitnya Kasus Suap PT BA, Dianggap Ada Kepentingan Tersembunyi

Sebelum pertemuan tersebut, Marudut telah bertemu dengan Dandung. Keduanya membahas soal dana untuk pengamanan tersebut. Marudut meminta agar Dandung menyiapkan uang Rp3 miliar. Oleh Dandung, PT Brantas hanya menyanggupi untuk menyerahkan Rp2,5 miliar.

Akan tetapi, saat diserahkan pada 31 Maret 2016 di Hotel Best Western, Jakarta Timur, Dandung hanya menyerahkan uang dalam bentuk dolar yang ditaksir sekitar Rp2 miliar.

Mengenai aliran uang tersebut, Soesilo mengatakan hanya untuk jaga-jaga jika ada permintaan. Uang itu akan dikeluarkan jika ada permintaan.

"Tapi juga tentu kan begini ngasi (uang) bantu apa? pasti ada bentuk bantuan (sehingga berikan uang)," kata Soesilo.

Nahas, uang itu tidak berhasil dibawa Marudut ke kantornya untuk disimpan. Tim KPK menangkapnya berikut Dandung. Tidak berselang lama, KPK kemudian juga menangkap Direktur Keuangan PT Brantas Sudi Wantoko.

Dandung menyerahkan uang USD148. 835 kepada Marudut di Toilet hotel tersebut. Uang tersebut diduga untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi di PT Brantas menengai dana iklan yang kini diusut Kejati DKI Jakarta.

Baca Juga : Suap PT BA: Beranikah KPK Tetapkan Oknum Jaksa Sebagai Tersangka?

Namun, KPK baru menetapkan Dandung, Marudut dan Sudi sebagai tersangka. Terkait keterlibatan Sudung dan Tomo yang diduga sebagai pihak penerima, KPK telah memeriksa keduanya dua kali.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, mengatakan dirinya tidak ragu jika keduanya terlibat dalam perkara suap tersebut.

"Kalau saya pribadi sih sudah firm ya. Nggak ragu saya," kata Saut, belum lama ini.



Berita Lainnya

Densus 88 Ringkus Seorang Dokter di Blitar

14/06/2018 03:11 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA