Friday, 03 Apr 2020
Temukan Kami di :
Peristiwa

Geruduk Mabes Polri, Supir Taksi Tuntut Penertiban Grab dan Uber

Aisyah Isyana - 08/04/2016 15:03 Demo Sopir Taksi yang tergabung dalam Front Transportasi Jakarta (FTJ)

FOKUS : Demo

Beritacenter.COM, Jakarta - Puluhan sopir taksi yang tergabung dalam Front Transportasi Jakarta (FTJ) kembali turun ke jalan menuntut penutupan aplikasi GrabCar dan Uber. Terhitung sekitar 50 sopir taksi berunjuk rasa di depan Gedung Baharkam Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 8 April 2016.

Para sopir taksi tersebut berunjuk rasa menyerukan tuntutannya agar pemerintah dapat segera menutup aplikasi Grab dan Uber yang dinilai ilegal, serta menangkap sopirnya.

"Kami minta pemerinyah bertanggung jawab, karena GrabCar dan Uber Taxi melanggar aturan," kata perwakilan FTJ, Daniel Dalli.

Daniel menyebutkan, jangan sampai Uber dan Grab yang ilegal diperbolehkan jalan. "Terus bagaimana kami yang legal ini? Yang legal ini, satu surat saja enggak ada, pasti dipersulit. Nah kami menuntut mereka yang ilegal kenapa dibiarkan (beroperasi)," ujar dia.

Dalam aksinya, puluhan sopir taksi konvensional itu berkilah bukannya tidak mau mengikuti perkembangan zaman. Melainkan, mereka akan bersedia bersaing secara sehat dengan Uber dan Grab asalkan aplikasi tersebut telah mengantongi izin.

"Sebelum pemerintah menutup aplikasi Grab Car dan Uber, kami tetap akan demo. Kami tidak larang mereka (beroperasi) kalau surat legal mereka ada. Kami juga tahu mereka juga pengemudi seperti kami juga," kata Daniel.

Aksi unjuk rasa ini merupakan kelanjutan dari aksi unjuk rasa sebelumnya yang digelar oleh para sopir taksi dan supir bajaj di depan Gedung DPR/MPR/DPD serta di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (22/3) silam.



Berita Lainnya

Gunung Merapi Kembali Meletus

02/04/2020 18:37 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA