Friday, 03 Apr 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Khawatir Isu Anarkis, Pemerintah Dituntut Tegas Tangani Masalah Taksi Online

Aisyah Isyana - 23/03/2016 07:13

FOKUS : Demo

Beritacenter.COM, Jakarta - Menurut Psikolog sosial dari Universitas Airlangga, Bagus, mengatakan bahwa pemerintah harus lebih tegas dalam menangani perseteruan antara taksi konvensional dengan taksi online berbasis aplikasi.

Dalam hal ini, Bagus menilai agar kalangan pemerintah jangan sampai berbeda pendapat dalam menengahi kisruh dua moda transportasi yang kian memanas tersebut.

Baca Juga : Blokir Uber dan GrabCar, Luhut : Bakal Timbul Masalah Baru

“Jangan sampai Kementerian Perhubungan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi beda pendapat. Sebelum (pendapat) keluar ke masyarakat, harus disatukan,” seru Bagus, Rabu, 23 Maret 2016.

Bagus mengungkapkan, transportasi merupakan kebutuhan masyarakat. Ketegasan bisa dilaksanakan hingga ke level bawah. “Khawatirnya isu anarkistis merembet ke daerah lain karena ada sentimen emosional,” ucap Bagus.

Ia menilai, tarif angkutan umum baik online maupun konvensional harus segera disetarakan. Bagus mengungkapkan, Organda dan pemerintah juga harus menyusun aturan tarif berdasarkan segmentasi pasar dan masyarakat.

“Artinya, kalau ada suatu kelebihan dari taksi online itu karena bisa murah. Pemerintah dan Organda dapat menyepakati tarif di tengah-tengahnya. Saya kira itu (tarif) substansinya,” ujar Bagus.

Baca Juga : Polda Metro Jaya Ringkus 83 Perusuh Demo Supir Angkutan Umum



Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA