Saturday, 26 May 2018
Temukan Kami di :
Kriminal

Beredarnya Isu Dayak Dan Madura Kembali Memanas, Polisi Himbau Agar Warga Tidak Terpancing

Abe --- - 29/02/2016 10:17 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Aparat Kepolisian Banjarmasin meringkus M (27) yang diduga kuat pelaku pembunuhan terhadap suku dayak pada pekan lalu. Karna kejadian itu, dua pelaku pembacok, satu tertangkap dan satu masih dalam pengejaran polisi membuat suku dayak dan Madura kembali bersitegang.

Beredarnya isu tersebut, Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Brigjen Pol Agung Budi Maryoto mengimbau agar masyarakat Kota Banjarmasin tidak mudah terpancing isu terkait bakal terjadi perselisihan antarsuku.

"Itu tidak benar, kasus yang terjadi beberapa waktu lalu di Banjarmasin murni kasus kriminalitas, tidak ada unsur lain," Ujarnya (28/2).

Menurut keterangan dari Kapolresta Banjarmasin AKBP Wahyono, peristiwa tersebut berawal dari ketersinggunan pelaku terhadap korban.

"Tersangka melintas di depan korban E (27), kemudian terjadi cekcok mulut antara keduanya lalu tersangka pergi. Setelah itu ternyata balik lagi menghampiri korban sambil membawa celurit," ujar Wahyono, Senin (29/2).

Lanjut Wahyono, saat kejadian pelaku mendapat perlawanan dari korban yang mempersenjatai diri dengan kayu. "Korban ada perlawanan pakai kayu. Tapi akhirnya kalah dan meninggal dunia," jelasnya.

Mantan Wadirlantas Polda Metro Jaya ini membantah kabar yang menyebut buntut dari kejadian itu adanya kedua kelompok suku tertentu yang memanas.

"Ini kasus pidana murni. Namun, isu yang berkembang bilangnya konflik etnik padahal enggak ada," tegasnya.

Meski demikian, Wahyono tak menampik jika pelaku maupun korban berasal dari dua kelompok suku yang berbeda. "Keduanya memang berasal dari suku tertentu yang berbeda," ucapnya.

Namun, tambah Wahyono, pasca keributan terjadi polisi sudah melakukan mediasi terhadap kedua suku tersebut. "Minggu kemarin kejadian (penganiayaan), lalu Rabu polisi pertemukan tokoh adat, seluruh adat yang ada di Banjarmasin. Semua sudah disepakati, masing-masing sama-sama ingin meredam isu yang beredar dan sama-sama menenangkan massanya. Lalu hari Jumat dikumpulkan lagi dan mereka sudah deal dan malamnya menggelar acara damai adat," beber Wahyono.

"Dari pihak pelaku juga sudah meminta maaf kepada korban dan mengakui perbuatannya," tambahnya.

Kini, polisi memburu pihak yang sengaja menyebarkan isu provokatif dengan memanfaatkan kasus pidana tersebut. "Iya, sekarang polisi lagi buru pihak yang menyebarkan isu itu," tandasnya.



Berita Lainnya

Perkelahian Saudara Kandung Berujung Maut

25/05/2018 14:29 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA