Tuesday, 27 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Ingat Didikan Sang Ayah, Ganjar : Jangan Jadi Orang yang Mencla-Mencle

Baharuddin Kamal - 07/02/2024 18:41 Ganjar Pranowo.

Beritacenter.COM - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menceritakan bagaimana dirinya dididik oleh ayahnya untuk membiasakan satu pikiran, perkataan, dan perbuatan agar tidak menjadi orang yang mencla-mencle.

"Bapak dan ibu saya mengajarkan biasa disiplin karena anak militer, Brimob, anak polisi, biasakan satu pikiran, perkataan, dan perbuatan. Jangan jadi orang yang mencla-mencle," kata Ganjar di Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Dia juga menyinggung untuk tidak melupakan sejarah. Ketika kontestasi pilpres berlangsung, yang perlu menjadi fokusnya adalah bagaimana mencintai bangsa ini dengan menjadi patriot sejati dan dibuktikan dengan konsistensi.

"Saya ini ingat sejarah. Ada cerita menarik, seorang yang memberontak dengan negeri ini dan ingin memisahkan dari republik, dan dia anggota PRRI Permesta (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia-Perjuangan Semesta), lalu melarikan diri, meninggalkan bangsa yang kita cintai, saya harap bapak ibu tahu," ujarnya.

Ganjar menegaskan, ayahnya ikut menumpas pemberontakan PRRI Permesta. Oleh karena itu, dia menekankan dirinya bukanlah anak seorang pemberontak, melainkan anak seorang patriot negeri ini.

Mengenai konsistensi, Ganjar menceritakan saat dua pemilu lalu, ada seorang jenderal bintang empat mengatakan, "Dia yang saya pecat."

Ditambah lagi dalam sebuah diskusi, jenderal tersebut mengatakan, "Bagaimana mau membela orang itu, catatan sejarahnya begini, catatan psikologinya begini dan dia dipecat."

Bahkan, ada juga yang mengatakan, "Hai, pensiunan TNI, Anda bodoh kalau pilih orang yang kami pecat."

"Orang-orang yang dulu berbicara itu sekarang berada di kubu sana. Maaf, sebagai patriot sejati, saya tidak diajari untuk mencla-mencle. Bapak saya bukan pensiunan jenderal, hanya pensiunan letnan satu."

Menurut dia, saat ini dunia digital sangat modern sehingga rekam jejak digital sulit hilang. Dia tidak ingin para orang tua ataupun senior, omongannya tidak bisa dipercaya lagi oleh generasi muda sekarang.

Maka, track record menjadi penting untuk memilih seorang pemimpin, dan jangan pernah lupakan sejarah.

"Hai, orang tua kami, kami tidak ingin anak, cucu, cicit kami kelak akan mencatat sejarah orang tuanya, kakeknya yang mencla-mencle hanya karena jabatan, hanya karena uang, maaf," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA