Monday, 26 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Nasional

Waduh ! Kepemimpinan Jokowi Dinilai Mirip Donald Trump, Ini Alasannya...

Baharuddin Kamal - 11/12/2023 18:40 Presiden Jokowi.

Beritacenter.COM - Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pemilu Demokratis (KMSKPD) kembali menyinggung soal kemunduran demokrasi yang terjadi di Indonesia saat ini. Bahkan, kondisi saat ini dinilai sama dengan eks Presiden Donald Trump memimpin Amerika Serikat.

Perwakilan KMSKPD sekaligus Cendekiawan, Sukidi menerangkan, Amerika yang notabenenya sudah merdeka ratusan tahun dengan sistem demokrasi terdepan pernah berada dalam kondisi kemunduran saat dipimpin Donald Trump.

"Buat saya Donald Trump ini adalah figur sempurna dari seorang penguasa yang Machiavellian, yang menggunakan politik dan kekuasaan dengan cara-cara yang brutal, bahkan telah menampilkan dirinya sebagai figur yang begitu didambakan oleh Machiavelli, pemimpin yang ditakuti," ujar Sukidi kepada wartawan, Senin (11/12/2023).

Selama kepemimpinan Trump, lanjutnya, Amerika dikenalkan politic of fear alias politik ketakutan. "Amerika mengalami satu situasi di mana demokrasi di Amerika mengalami yang disebut sebagai democratic backsliding. Inilah yang akhir-akhir ini kita rasakan juga di Indonesia," ucapnya.

Di Indonesia, kata Sukidi, sedang masuk dalam era resesi dan kemerosotan demokrasi. Hal ini terlihat dari kasus di Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua Komisi Pembetantasan Korupsi (KPK) jadi tersangka, hingga dugaan pengarahan aparat untuk Pemilu.

"Demokrasi kita sedang dibunuh secara perlahan, secara gradual, dan secara sistematis, terutama oleh para penguasa Machiavellian yang mempraktekkan kekuasaan dan politik secara brutal melalui instrumen Konstitusi, melalui instrumen hukum, melalui pelemahan instrumen demokrasi lainnya," ucapnya.

Karena itu, dengan kondisi ini ia tak yakin Pemilu bisa berjalan secara netral. Seharusnya, semua pihak meyakini republik harusnya hadir untuk mengakomodir semua kepentingan tanpa pandang bulu demi kepentingan satu atau segelintir kelompok.

"Republik untuk semua menjadi Republik untuk melayani kepentingan satu orang, satu keluarga, satu golongan, dan yang terakhir adalah masyarakat sipil begitu dipinggirkan, dan ini berjalan begitu halus karena ini dijalankan dengan topeng kekuasaan dan topeng kerakyatan," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA