Tuesday, 27 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Amnesty International : Paslon Prabowo-Gibran Tak Punya Visi Selesaikan HAM Berat !

Baharuddin Kamal - 07/12/2023 18:45 Prabowo-Gibran.

Beritacenter.COM - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan, ketiadaan visi hak asasi manusia (HAM) oleh calon presiden dan wakil presiden, khususnya terkait penyelesaian HAM berat adalah sebuah kesalahan.

Usman meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI agar bertindak tegas kepada capres-cawapres yang tidak memasukkan penyelesaian kasus HAM berat dalam visi misinya.

"Seandainya visi dan misi itu tidak memasukan hak asasi manusia, kami meminta agar itu dipertanyakan, kenapa mereka tidak mau memasukan visi misi hak asasi manusia?" kata Usman usai audiensi dengan Anggota KPU RI, August Mellaz, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Dia menegaskan, pasangan yang tidak mempunyai visi HAM dalam pencalonan di Pilpres 2024 adalah pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi kalau mereka (Prabowo-Gibran) tidak menyampaikan visi dan misi soal hak asasi manusia, itu kenapa? Kalau mereka mengatakan komoditas politik, loh berarti konstitusi kita komoditas politik?" kata Usman.

Menurutnya, dalam UUD 1945 dengan tegas mengamanatkan penegakan HAM adalah kewajiban dan tanggung jawab negara serta pemerintah untuk melaksanakannya.

"Siapapun yang mau menjadi pemerintah, harus merujuk kepada konstitusi. Jadi hak asasi manusia itu bukan agenda di bawah Amnesty, bukan agenda yang dibawa oleh agenda luar negeri, itu kewajiban konstitusional dari Indonesia," urai Usman.

"Dan itu dirumuskan dalam konstitusi sebagai bentuk kesadaran historis dari pemerintah Indonesia dan Parlemen Indonesia untuk menuangkannya menjadi konstitusi, menjadi pegangan hidup bangsa ini," sambungnya.

Oleh karena itu, Usman meminta KPU RI untuk memberikan sanksi tegas kepada pasangan calon yang tidak memasukkan visi penyelesaian kasus HAM berat dalam proses pencalonan yang berjalan saat ini.

"Jadi kalau ada visi dan misi yang tidak meliputi hak asasi manusia, saya kira itu penting untuk dipertanyakan, kalau perlu diskualifikasi," demikian Usman.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA