Tuesday, 27 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Ketika Asam Folat Berubah Jadi Asam Sulfat, Awokwokwok…

Indah Pratiwi - 07/12/2023 19:37

Urgensi iklan itu selain memberi tahu kita tentang banyak produk dan manfaatnya, ada juga kandungan gizi ataupun zat dalam makan maupun minuman. Dan menurut saya hal itu sangat berguna bagi para penonton, pasalnya dari iklan daya tarik kita terpancing untuk tahu sebuah produk.

Contoh kasusnya saat iklan susu bagi ibu hamil ditayangkan dengan keunggulannya masing-masing. Ada berbagai macam merknya, tinggal pilih saja konsumen tertarik dengan yang mana. Dari sana ada kata-kata yang membuat telinga saya merespon hingga tiba di ingatan kepala saya, bunyinya tentang salah satu kandungan dalam susu ibu hamil yang bernama asam folat.

Kandungan itu yang saya hafal betul. Walaupun saya pernah belajar kimia 3 tahun di bangku Sekolah Menengah Atas, yang namanya asam folat itu tidak pernah tertukar dengan asam klorida, asam karbonat, asam nitrat dan asam-asam lainnya.

Tapi tidak dengan Gibran Rakabuming yang salah sebut, saat memberi wejangan dalam salah satu forum. Dia sedang membicarakan tentang mencegah anemia bagi kaum hawa khususnya ibu-ibu hamil, katanya untuk mengecek asam sulfat dan yodiumnya agar terpenuhi.

Ada yang janggal dan bikin bidan dan dokter tertawa. Tunggu tidak perlu profesi mereka, cukup saya yang baru lulus sekolah saja bisa mendeteksi kejanggalan itu. Asam sulfat tadi kawanan asam-asam dalam pelajaran kimia, Pak Cawapres.

Asam Sulfat memiliki kandungan yang berbahaya karena bersifat merusak, terkena kulit saja bisa menyebabkan luka bakar. Bagaimana bisa ibu hamil membutuhkan zat itu dalam tubuhnya?

“Asam folat keules, awokwokwok”, teriak saya untuk membenarkannya, walaupun doinya Prabowo itu tidak bakal dengar teriakan itu.

Saya bukan ahlinya kandungan, ibu saya juga tidak pernah memberi tahu kandungan semacam itu dalam kebutuhannya saat hamil. Tapi itu pengetahuan umum yang saya dapat dari iklan, yang biasa berseliweran di ruang publik hingga media sosial.

Masak sekelas cawapres bisa salah fatal begitu? Setidaknya ada rasa janggal dan dia bisa memperbaiki ucapannya. Tapi hal itu tidak terjadi juga. Saya jadi penasaran memang di benak Mas Gibran ini tidak ada pengetahuan tentang asam folat, benarkah? Aduh parah dong kalau memang benar, itu akan membawa malapetaka lainnya. Kurang briefing dengan ibu suri atau gimana itu, mas?

Tau gak program makan gratis yang terus digaungkan kubu mereka? Katanya Sekjen TKN Prabowo-Gibran sih program itu akan menggantikan program bansos, KIP, KIS-BPJS di era Jokowi.

Ya sampai sekarang hal itu menimbulkan kekisruhan, hingga masalah yang diperdebatkan berbagai kalangan. Prabowo sendiri mengungkapkan dengan makan gratis, pengentasan masalah stunting yang mendera anak-anak bisa rampung.

Makan gratis sendiri nanti diperuntukkan bagi anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan gizi banyak. Karena Gibran pasangan Prabowo, dia juga manut-manut saja atas program besar yang membutuhkan uang ratusan triliun itu.

Seharusnya sih ada inovasi atau hal beda yang hadir dalam program itu. Katanya saja representative dari anak muda. Nampak dari mananya? Gibran justru merusak rencana dengan minimnya pengalaman tentang stunting.

Jauh dari itu, cawapres Prabowo itu lebih ke ngawur. Dia yang punya program stunting, tapi pengetahuan tentang ibu hamil soal apa kebutuhan mereka saja tidak paham betul. Itu termasuk pengetahuan umum yang sering terlontar dalam percakapan sehari-hari, bahkan keluar masuk media lewat iklan dan konten ibu dan anak.

Jadi beneran sudah paham tentang tujuan makan gratis belum Mas Wali? Kasihan adek-adek dan ibu-ibu kalau terjerumus ke pengetahuan dangkal sebatas tidak bisa membedakan antara Asam Sulfat dan Asam folat, yang perbedaannya sangat jauh.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA