Tuesday, 27 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
News

Kabaharkam Polri Sebut Jelang Pemilu 2024, Berita Bohong di Internet Turun

Rahman Hasibuan - 07/12/2023 17:19

Beritacenter.COM - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kabarhakam), Komjen Pol Fadli Imran mengatakan bahwa indeks berita bohong di ruang digital jelang Pemilu 2024 lebih rendah dari pemilu sebelumnya.

Hal itu disampaikan Fadli saat acara sambutan Demi Indonesia Cerdas Memilih by Detikcom yang diselenggarakan di The Kasablanka Hall, Jakarta, Kamis (7/12/2023). Menurutnya, berdasarkan pengalamannya yang pernah menjadi Direktur Tindak Pidana Siber Polri, kultur siber masyarakat Indonesia semakin membaik.

"Saya dulu Direktur Siber Polri, saya pikir situasi sekarang jauh berbeda indeks cyber culture kita dalam penyebaran berita bohong semakin membaik" ungkap Fadli.

Fadli mengatakan bahwa masyarakat Indonesia semakin cerdas di ruang digital. Walau begitu, menurutnya etika dalam menggunakan media sosial khususnya di masa kampanye Pemilu 2024 juga sangat penting untuk diperhatikan.

"Masyarakat kita sudah punya skill digital luar biasa, tapi ada etika di ruang digital, ada hal - hal yang menyangkut keamanan yang harus dipikirkan " tambah Fadli.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja juga menjelaskan bahwa tantangan utama dalam masa kampanye Pemilu 2024 adalah media sosial. Ia mencontohkan pelanggaran yang terjadi di media sosial berupa black campaign.

"Media sosial salah satu masalah karena ada black campaign dan berbagai masalah, kami berkordinasi dengan Kominfo mengenai media sosial " terang Bagja.

Pada Pemilu 2024 juga Bawaslu, KPU dan Kominfo sudah menyiapkan platform untuk mengecek berita bohong. Hal itu merupakan upaya dalam meminimalisir beredarnya berita bohong di media sosial.

"Silahkan ada platformnya buat cek berita bohong, teman - teman bisa ikut" sambungnya.

Berkurangnya narasi SARA menjelang Pemilu 2024 juga merupakan hasil evaluasi Bawaslu dan Pemilu sebelumnya 2018 dan 2019.

"Kita punya pengalaman 2018 dan 2019, kita harus evaluasi, silahkan dicari di Google, sehingga teman - teman bisa lihat sekarang di media sosial tidak ada yang melakukan politik SARA, itu hasil dari evaluasi kita di 2018 dan 2019 " ujarnya.

 




Berita Lainnya

Pesan Haru Alam Ganjar Puji Perjuangan Sang Ayah

15/02/2024 18:38 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA