Tuesday, 27 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Nasional

Imparsial: Ada Dugaan Korupsi Besar di Kementerian Prabowo

Lukman Salasi - 07/12/2023 13:53

BeritaCenter.COM – Direktur Imparsial, Gurfon Mabruri, menyatakan Kementerian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto terdapat sejumlah persoalan. Salah satunya terkait pengelolaan anggaran yang diduga ada korupsi besar di dalamnya.

Pernyataan Gufron awalnya menyoroti perihal naiknya anggaran Kemenhan yang terjadi secara mendadak dengan jumlah besar jelang Pemilu 2024.

"Belum lagi, terdapat dugaan korupsi besar di Kemenhan pada proyek Komponen Cadangan dan Alutsista," kata Gufron dikutip, Kamis 7 Desember 2023.

Selama ini, kata Gufron sektor pertahanan merupakan sektor yang tertutup, jauh dari transparansi dan akuntabilitas khususnya terkait dengan penggunaan anggaran. Sehingga seringkali dugaan penyimpangan anggaran khususnya terkait belanja alutsista sering terjadi tapi sulit dibongkar karena alasan dan dalih 'rahasia'. Apalagi aparat penegak hukum lain, seperti KPK, tidak bisa masuk untuk mengusut dugaan penyimpangan atau korupsi di dalam sektor ini.

"Hal inilah yang membuat sektor pertahanan menjadi sektor dengan dugaan penyimpangan anggaran yang tinggi karena tidak ada lembaga penegak hukum independen yang bisa masuk untuk menginvestigasi," kata dia.

Sebelumnya, kenaikan itu diungkapkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), adapun sumbernya dari pinjaman luar negeri sebesar USD 4 miliar atau setara dengan Rp 61,58 triliun.

Kenaikan tersebut baru disepakati saat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/11).

Untuk itulah, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menunda kenaikan anggaran Kemenhan yang dipimpin Prabowo itu. Alasannya karena terjadi secara mendadak di tahun politik 2024.

"Mengingat momentumnya jelang Pemilu 2024. Terlebih lagi, kenaikan anggaran itu terjadi pada kementerian yang menterinya adalah calon presiden yang berpasangan dengan anak dari presiden itu sendiri," terang Gufron.

"Apalagi saat ini Menteri Pertahanan maju sebagai kandidat presiden sehingga tentunya akan sibuk mengurus urusan politik ketimbang urusan di Kementerian Pertahanan," lanjutnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA