Monday, 26 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Istri Ganjar Temui Ibu-ibu Petani Kulon Progo, Singgung Pertanian Jadi Kunci Bangsa Hebat!

Aisyah Isyana - 06/12/2023 15:24

Beritacenter.COM - Istri capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh, berkesempatan menemui Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Atikoh menilai, sektor pertanian menjadi kunci guna mewujudkan bangsa berdaulat pangan.

Atikoh terpantau langsung disambut oleh tabur lesung begitu tiba di Balai Roro Jonggrang, Kulon Progo, Rabu (6/12/2023). Bahkan, Atikoh sempat berdendang dengan tembang lagu jawa di halaman Balai Roro Jonggrang.

Selanjutnya, Atikoh kemudian tampak mendatangi pameran produk UMKM dari KWT. Sejumlah produk yang dijajakan diantaranya seperti aneka jamur hingga keripik. Atikoh dalam sambutannya turut mengapresiasi ibu-ibu yang konsisten menjalankan pertanian.

"Ibu-ibu petani di Kulon Progo, luar biasa sekali. Saya sebelumnya berterima kasih pada ibu semua yang konsisten dalam menjalankan pertanian. Karena Bung Karno pernah mengatakan, masalah pertanian adalah masalah hidup dan matinya sebuah bangsa. Pertanian menjadi kunci kalau kita mau menjadi sebuah bangsa yang tangguh hebat. Peran ibu-bapak petani di sini luar biasa sekali," kata Atikoh.

Pada kesempatan itu, Atikoh turut menyinggung soal masa kejayaan pertanian yang pernah dicapai Indonesia di masa lalu. Dia menilai, sektor pertanian Indonesia perlu menorehkan kejayaan seperti dulu, guna mewujudkan kedaulatan pangan di tanah air.

"Pertanian bahwa harusnya kita kembali ke masa lalu di mana Indonesia berjaya, pertanian termasuk kedaulatan pangannya agar bisa benar-benar tangguh," jelasnya.

Atikoh menyebut mayoritas masyarakat di Kulon Progo berprofesi sebagai petani, dimana mereka menjalankan sektor pertanian seperti produksi, budidaya, hingga pascapanen. Namun, Atikoh menyayangkan sektor pertanian yang hanya menyumbangkan 32% perekonomian.

"Di Kulon Progo sendiri 60% masyarakatnya adalah petani, dari sisi produksi, budidaya, sampai ke pascapanen, tapi sumbangan dari sektor ekonominya hanya 32%," terangnya

"Nah ini ke mana yang 20 sekian persen itu? Ternyata sumbangan ekonominya di logistik, transportasi. Kalau pariwisata itu masyarakat lokal masih merasakan. Tapi logistik itu kan biasanya yang menikmati adalah perusahaan-perusahaan besar," sambungnya.

Untuk itu, Atikoh memandang produktivitas pertanian harus terus ditingkatkan, meski kondisi saat ini ditengah keterbatasan lahan. Atikoh juga berharap agar lahan yang diperuntukkan untuk pertanian tak dialihfungsikan.

"Bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan petani agar petani itu juga merasakan manfaatnya. Kalau kita lihat, di Indonesia, skala kepemilikan lahan petani itu memang rata-rata 300-400 meter. Di Jogja mungkin sekitar di bawah setengah hektare, nah bagaimana kita dengan lahan terbatas itu bisa produktif, energi yang luar biasa, meskipun kita bisa ya meningkatkan lahan secara pelan-pelan, lahan-lahan yang memang untuk pertanian ya sudah untuk pertanian saja, jangan dialihfungsikan untuk lahan lain," tegasnya.

Guna memaksimalkan prduk pertanian, Atikoh turut mendorong adanya pendampingan terhadap para kelompok tani. "Perlu ada pendampingan-pendampingan, ibu-bapak petani di Kulon Progo ini untuk memaksimalkan hasil produk," terangnya.

Kemudian terakhir, Atikoh turut mengimbau agar para petani dapat menyisihkan hasil panen untuk keluarga mereka, sebelum akhirnya dijual ke konsumen. Dengan begitu, lumbung pangan di tingkat keluarga juga dapat terpenuhi.

"Ketika panen harga jualnya rendah, lha ketika harga naik, petani jadi konsumen. Lha itu yang bikin nyesek. Harapannya petani tetap mengalokasikan untuk diri sendiri. Itu namanya lumbung pangan di tingkat keluarga. Karena kalau kita bicara kedaulatan pangan, kita harus bisa mencukupi diri sendiri dulu," imbuhnya.

Untuk diketahui, Atikoh tengah melakukan serangkaian kunjungan safari politik, yang saat ini memasuki hari ketiga di Yogyakarta, Rabu (6/12). Sebelumnya, serangkaian safari politik Atikoh dimulai dari Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan berakhir di Solo.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA