Tuesday, 27 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
News

Seruan 'Jembatan Serong' Ajak Rakyat Hadapi Pemilu Demi Kemaslahatan, Bukan Kepentingan Elit!

Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia agar berani Bersuara Jujur dan Jernih dalam menghadapi Pemilu demi menghidupkan kembali budaya yang mengutamakan kemaslahatan umum, bukan kepentingan sempit elit politik

Aisyah Isyana - 27/11/2023 19:52

Beritacenter.COM - Forum Lintas Generasi yang diinisiasi oleh ratusan aktivis, tokoh antikorupsi, tokoh pers, hingga guru besar, mengeluarkan seruan bertajuk 'Jembatan Serong'. Seruan yang dikeluarkan jelang dimulainya pemilu itu digelar di mimbar akdemik terbuka di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Senin (27/11/2023).

Dalam mimbar akademik terbuka yang dipandu tuan rumah Simon Petrus Lili Tjahjadi, Ketua STF Driyarkara; Yustinus Prastowo, Ketua Ikatan Alumni Driyarkara; Omi Komaria Madjid, dan sejumlah tokoh seperti Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia; Erry Riyana Hardjapamekas, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi 2003-2007; Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Agama RI 2014-2019; Goenawan Mohamad.

Mimbar ini diketahui dimulai sekira pukul 13.00 WIB, dan dibuka oleh Direktur Pascasarjana STF Driyarkara, Dr Karlina Supelli dengan sekapur sirih. Mimbar ini juga turut diikuti memalui daring oleh puluhan guru besar, tokoh pendidikan, seniman, aktivis dan wartawan.

“Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia agar berani Bersuara Jujur dan Jernih dalam menghadapi Pemilu demi menghidupkan kembali budaya yang mengutamakan kemaslahatan umum, bukan kepentingan sempit elit politik,” kata Karlina Supelli saat memberi pengantar mimbar.

Tak hanya itu, sejumlah pernyataan-pernyataan juga disampaikan oleh tokoh pers Arif Zulkifli, pengajar Yanuar Nugroho, Salman Alfathan dari Bijak Memilih, psikolog Tika Bisono, dan mantan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki.

Adapun seruan itu menuntut agar lembagha tinggi negara agar menjamin pelaksanaan Pemilu yang jujur dan adil, serta menolak penyusutan kekuasaan ke tangan eksekutif. Tak hanya itu, para inisiator juga mengecam tindakan peremehan terhadap kaum muda, serta menekankan pentingnya peran mereka dalam membangun masa depan demokrasi.

Berikut selengkapnya seruan 'Jembatan Serong' :

Hari-hari mendatang ini, nasib demokrasi Indonesia dipertaruhkan. Apakah tanah air akan berjalan sesuai dengan cita-cita Proklamasi dan dasar Pancasila, atau sebaliknya menjadi ajang permainan politik dinasti dan oligarki.

Demokrasi kita kehilangan adab karena penguasa memanipulasi lembaga negara untuk kepentingan politik keturunannya. Praktik ini memprihatinkan dan mengingatkan kita kepada amanat reformasi, yakni penghapusan korupsi, kolusi dan nepotisme. Ini berarti spirit republik hilang dalam penyelenggaraan negara. Politik dipertontonkan tanpa peduli pada kepantasan etik dan moral bangsa demi kelanjutan kekuasaan.

Untuk itulah kami berseru dan bertekad untuk menegakkan negeri yang adil dan merdeka, yang menyediakan kesempatan yang setara kepada tiap putra-putri Indonesia. Tanpa nepotisme, tanpa kelompok dan keluarga dengan hak-hak istimewa.

Kami meminta seluruh lembaga tinggi negara menjamin pemilu yang jujur dan adil.

Kami menolak dengan keras penyusutan kekuasaan ke tangan eksekutif, perusakan batas-batas tegas dan pemisahan kekuasaan, persekongkolan para elit politik, aparatur dan lembaga-lembaga negara bagi kepentingan-kepentingan orang atau kelompok tertentu dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Kami menolak peremehan terhadap kaum muda sebagai kelompok dangkal, apatis, yang hanya bisa "lucu-lucu"/gemoy. Anak muda adalah salah satu pilar kemajuan bangsa. Kami menganggap anak muda sebagai bagian penting dalam perjuangan serius menyelamatkan demokrasi, yang tidak apatis, yang bisa mencetuskan perubahan.

Kami menuntut proses Pemilihan Umum 2024 yang memberikan pendidikan politik yang sehat bagi kaum tua dan muda. Indonesia yang adil dan beradab lima tahun ke depan dimulai dari kesadaran dan praktik Pemilu yang jujur dan jernih di atas gagasan yang bernas, bukan hanya ajang meraup suara di atas kertas.

Kami menyerukan kepada seluruh anggota masyarakat untuk aktif mengawal dan mengawasi proses pemilihan umum dengan segala sarana dan perangkat yang dimiliki.




Berita Lainnya

Pesan Haru Alam Ganjar Puji Perjuangan Sang Ayah

15/02/2024 18:38 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA