Sunday, 25 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Ekonomi

Harga Beras dan Gula Makin Menggila di Awal Pekan, Tembus Harga Segini

Rahman Hasibuan - 27/11/2023 12:12

Beritacenter.COM - Sejumlah komoditas terus mengalami lonjakan harga di awal pekan ini, Senin (27/11/2023). Sebut saja harga beras dan harga gula, yang kompak melanjutkan kenaikan.

Mengutip data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan, Senin (27/11/2023), harga beras medium di pasar Jakarta melonjak 0,12 persen dari Rp 13.452 per kg jadi Rp 13.468 per kg.

Kendati tidak mengalami perubahan, harga beras di tingkat nasional masih bertengger di atas pasar Jakarta, yakni Rp 13.600 per kg.

Sementara harga beras premium di Jakarta masih tetap Rp 14.274 per kg, sementara di pasaran nasional harga rata-ratanya berkisar Rp 15.200 per kg.

Di sisi lain, harga gula pasir rata-rata di pasar Jakarta dibanderol Rp 15.591 per kg, melonjak 1,75 persen dari hari sebelumnya Rp 15.864 per kg. Senada, di tingkat nasional harga gula pasir juga naik 0,59 persen, dari Rp 16.900 per kg jadi Rp 17.000 per kg.

Ekonom Senior Chatib Basri pun sempat menyoroti harga beras yang terus mengalami tren kenaikan. Menurut dia, kondisi ini lebih gawat dibanding lonjakan harga BBM, dan berpotensi meningkatkan jumlah penduduk miskin.

Chatib Basri mengatakan, El Nino memang memiliki dampak yang sangat sensitif lantaran India mulai melakukan restriksi terhadap ekspor berasnya. Implikasinya, masyarakat Indonesia sudah merasakan dalam beberapa bulan terakhir, dimana harga beras terus melambung.

"Beras adalah komoditas politik, komoditas yang paling sensitif. Saya terus terang mengatakan ketika saya jadi Menteri Keuangan, saya tidak terlalu khawatir menaikan harga BBM, karena efek dari kenaikan harga BBM mungkin muncul secara tidak langsung terhadap ongkos makanan," ujarnya beberapa waktu lalu.

"Tapi kalau harga beras sendiri mengalami peningkatan, maka efeknya sangat luar biasa," kata Chatib Basri.

Mantan Menteri Keuangan periode 2013-2014 ini menilai, definisi kemiskinan sangat erat berkaitan dengan harga beras. "Jadi kalau harga beras naik, bukan tidak mungkin prosentase dari penduduk miskin di Indonesia akan mengalami peningkatan. Beras adalah komoditas paling sensitif," imbuhnya.

Karena itu, Chatib menyarankan pemerintah untuk memastikan suplai beras cukup. Seandainya suplai tidak cukup, harganya naik, maka pemerintah perlu memberikan bantuan langsung tunai (BLT).

"Ini yang saya dengar katanya sudah akan dilakukan mulai Desember ini, Rp 400 ribu per keluarga untuk 18,7 juta keluarga," kata Chatib.

Menurut catatannya, harga beras terus mengalami kenaikan 16,2 persen secara tahunan (YoY) per September 2023. Chatib melihat itu sudah dirasakan rumah tangga lantaran kenaikan harga beras sangat sensitif.

"Karena saya ambil contoh, prosentase penduduk miskin di Indonesia sudah relatif rendah. Tetapi banyak sekali penduduk yang hidup di garis kemiskinan. Jadi kalau harga berasnya naik, mereka masuk di dalam kategori miskin," tuturnya.

 




Berita Lainnya

Inilah 5 Cara Hemat Uang Belanja Akhir Tahun

29/12/2023 20:30 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat

HOT MINGGU INI


FOKUS MINGGU INI


BOLA