Thursday, 22 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Rika Sudjiman : Bersama Rakyat Ganjar Kuat

Indah Pratiwi - 10/10/2023 20:46

Beritacenter.COM - Saya tercengang saat membaca kisah presiden termiskin di dunia ini yang dibagikan akun Instagram ngomonginuang. Dia presiden Uruguay, namanya Jose Mujica, menjabat presiden dari tahun 2010-2015.

Menjadi miskin itu bukan hal yang memalukan baginya, dalam jabatannya sebagai presiden. Tidak, dia miskin bukan karena gaya hidupnya yang tinggi. Tapi karena memang dia menolak fasilitas besar yang diberikan negara untuknya.

Kehidupannya selama menjadi presiden seolah-olah hanya membawa satu tujuan untuk menyejahterakan warganya. Niat tulusnya menjadi seorang pemimpin bisa dilihat dari seberapa aset yang dia miliki. Rumah saja dia tidak punya, hanya mobil tua kebanggaan yang menemaninya dan istri kemana-mana.

Semua kinerjanya membuahkan hasil karena tujuan awalnya hanya mengabdi kepada rakyat, angka pengangguran turun secara signifikan. Dalam kepemimpinannya sendiri dia berhasil mengatasi ketimpangan yang terjadi antara warga kaya dan warga miskin.

Penyebab dia miskin lainnya karena hampir seluruh gaji pokoknya diserahkan kepada warga. Semasa hidupnya dia punya cerita menentang pemimpin diktator. Ya apalagi kalau bukan cara mereka yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat.

Entah suatu kebetulan apa, cerita Jose ini mengingatkanku dengan
@ganjarpranowo
. Gubernur dua periode yang sudah purna jabatan. Dia membawa banyak cerita dalam kepemimpinannya. Tuanku Ya rakyat bukan sekedar tulisan yang bertengger cantik di setiap bio media sosial Ganjar Pranowo. Karena implementasinya itu nyata, tergambar dari setiap langkahnya dalam menyejahterakan rakyat.

Gaji pokoknya sebagai gubernur tidak diambil, ya harapannya dengan sedikit nominal itu bisa membantu warganya yang kesusahan dalam memenuhi kebutuhan. Dia tidak punya bisnis atau pekerjaan apapun selama mengemban amanah rakyat, karena fokusnya satu membawa kehidupan warganya lebih mujur.

Bukan janji manis yang dia janjikan, hanya sebuah kerealistisan. Program-program dia bentuk dengan sistem kerja yang efektif dan efisien. Seperti pengentasan kemiskinan, secara massif berbagai cara digelontorkan untuk membantu warganya yang hidup serba kekurangan.

Lewat bantuan, pengembangan UMKM, bantuan pendidikan bagi anak tidak mampu, dan masih banyak lagi. Semua dilakukan secara konsisten hingga data dia akhir jabatannya, Ganjar berhasil mengentaskan kemiskinan lebih dari satu juta jiwa.

Lalu di jalur lain, hal-hal yang mengganggu keberhasilan warganya seperti korupsi diberantasnya dengan berbagai upaya. Pungli, gratifikasi, nepotisme, dan apapun itu bentuk korupsinya harus dihilangkan dari tubuh pemerintahan.

Semua dilakukan demi kelancaran dalam melayani rakyat. Kepemimpinan yang tulus dari hati itu niat untuk memperbaiki dan mengupdate kondisi besar. Lewat infrastruktur yang terus diratakan di perdesaan adalah kebutuhan yang mendasar bagi rakyat kecil. Jambanisasi, pembangunan embung, digitalisasi sistem perangkat desa, laporan aduan, mal pelayanan publik semua digarap Ganjar secara bertahap.

Kesejahteraan itu diwujudkan, tapi bukan berarti dia memanjakan warganya. Dia tetap membangun kemandirian warga dalam menumbuhkan perekonomian mereka. Ya, dia terus lari sana-sini untuk membuat program baru untuk menurunkan angka pengangguran.

UMKM atau memiliki usaha sendiri menjadi satu kekuatan besarnya, berkatnya Jateng memiliki kekuatan ekonomi dan bisa bersaing dengan provinsi manapun. UMKM di Jateng sudah banyak yang go internasional berkat upaya branding yang terus didorong Ganjar.

Dalam kurun waktu dua periode Ganjar mendapat tawaran kerjasama yang datang dari berbagai negara. Tentu kerjasama itu menguntungkan karena bisa menyerap tenaga kerja yang besar di Jateng. Ganjar Adalah Ganjar yang terus bekerja untuk warganya.

Bahkan ada yang tidak percaya saat anak semata wayangnya menceritakan bagaimana jam istirahat ayahnya. Dibilang itu hanya pencitraan, padahal memang itu yang terjadi dalam kenyataannya. Waktu kerjanya bukan hanya pagi sampai sore atau pagai sampai malam saja. Tapi pagi sampai pagi.

Dia terkenal sebagi pemimpin yang merakyat, dan itu bukan bualan atau pujian tanpa dasar. Menjadi gubernur dari provinsi padat penduduk, yang terkenal akan provinsi termiskin dan banyak karapan yang tersampir di tubuh Jawa Tengah. Semua tidak membuat Ganjar diam, Ganjar emngeluarkan Jateng dari kemiskinan.

Dia yang membangun Jateng agar tidak tertinggal dari provinsi maju lainnya, lewat infrastruktur dan digitalisasi. Bukan berarti warga juga menerima semua kebijakannya, ada banyak pertentangan, keluh kesah kehidupan pun kerap melanda. Dan permasalahannya tidak berhenti begitu saja, Karena warganya banyak.

Sehingga polemik yang mendatangipun bukan hanya satu dua dan sesimpel dicarikan solusinya. Ganjar hadir di sana membuat kanal aduan untuk memudahkan pelayanan kepada warganya. Bukan hanya lewat aplikasi LaporGub, media sosialnya dibuat untuk kepentingannya menjalankan amanah. Untuk laporan apa saja yang sudah dikerjakan hari ini, sampai menerima berbagai keluh-kesah dan kritik di kolom komentarnya.

Responsive adalah satu hal yang diutamanakan untuk menaggapi permasalahan mereka. lalu kenapa media sosial yang dipakai. Selain pelayanannya yang cepat, mudah dan murah, digitalisasi adalah kekuatan yang kini terus dikembangkan pemimpin satu itu. unuk menjangkau warganya tidak melulu lewat virtual, karena dia tipepemimpin yang mau turun langsung menyambangi warganya.

Dia tidak betah dengan pemimpin yang terima beres. Bisa dikibulin bawahannya dong dan berujung pada korupsi. Makanya untuk tahu kondisi di lingkungan warganya, berkeliling meninjau berbagai aktifitas warga, menerima aspirasi langsung menjadi solusi untuk memahami warga sehingga sebagai pemimpin dia tahu kebutuhan mereka.

Ya tuannya memang hanya rakyat, bukan pengusaha, bukan juga investor, semua tindakan dan keputusannya diambil berdasarkan kepentingan rakyat. Untuk menjadi pemimpin yang berhasil menuntaskan tanggungjawabnya itu juga berkat rakyat.

Dia diberi amanah sebagai pemimpin dua kali, kalau bukan kepercayaan dari rakyat hal itu tidak akan terjadi. Lalu sekarang ini ranahnya bukan lagi provinsi, dia mau turun membantu rakyat di lingkup negara. Tentu semua sumbernya hanya rakyat, yang membuatnya sampai ke posisi sekarang adalah rakyat. Yang bisa membuatnya menjadi pemimpin sukses itu hanya rakyat, karena dari mereka banyak pesan dengan kepercayaan untuk memajukan kehidupannya sebagai pemimpin.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA