Thursday, 22 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Relawan Jokowi Yang Menyuarakan Perjuangannya Melawan Prabowo

Indah Pratiwi - 12/08/2023 12:37 Oleh : Nikmatul Sugiyarto

FOKUS : Jokowi

“Aku moh, aku emoh Prabowo, jelas, ga mungkin, saya tidak akan membiarkan negara ini dipimpin oleh Prabowo”, tegas Ulin Yusron. Seperti kopi yang sudah diludahi, siapa yang mau meminumnya? Aku suka dengan statemen Ulin itu, karena dari ucapannya nampak bagaimana kesungguhan untuk tidak berpihak pada orang yang sudah menginjak @jokowi dulu.

Pesan kuat yang menggambarkan bagaimana latar belakangnya, untuk menjauhkan urusan negara dari Prabowo. Dia adalah relawan sejati yang berdiri untuk Presiden Joko Widodo. Berhadapan dengan Prabowo sebanyak dua periode, membuatnya yakin-seyakinnya agar kepemimpinan yang bakal melanjutkan Jokowi bukan Prabowo.

Dalam ruang diskusi yang dibuka lebar Cokro TV untuk menyampaikan kekesalannya, Ulin memuntahkan semua keheranannya melihat kawan-kawannya yang berbalik arus menjunjung Prabowo.

Ulin tidak habis pikir tentang bagaimana pola pikir kawan-kawannya itu. Kenapa mengambil keputusan dengan harus mematikan hati nuraninya? Kalian tahu sendiri bagaimana gawatnya dulu saat pilpres 2014 dan 2019, black campaign masih membekas sampai sekarang.

Hoax dan fitnah menari di atas masa-masa kampanye. Bunyinya bukan lagi membuat marah, tapi sudah bikin “ngelus dhadha” karena sudah benar-benar menyakiti hati barisan Joko Widodo. Ingat-ingat saja bagaimana fitnah Jokowi antek-antek china, Jokowi Komunis, Jokowi PKI, Jokowi kafir, Bapak Bipang berkumandang seru di seluruh penjuru negeri.

Sampai tega hati, hingga membuat orang tua Jokowi yang kala itu menetap di Solo menjadi dikucilkan oleh orang-orang di sekitarnya. Semua viral bak konten yang mengandung sebuah fakta, hingga membuat deretan artis pun ikut geger dan mempertanyakan kebenarannya.

Aku yakin kalau Jokowi kembali mengingat jejak kelam kampanye lawannya itu, bukan hanya hatinya yang ngilu tapi air matanya pun sudah meluruh. Ulin kembali mengingatkan barisan pendukung Jokowi yang berpindah hati ke Prabowo, hanya karena iming-iming yang sudah mereka sepakati.

Kenapa gitu lho mereka mau membereskan masa lalu Prabowo, yang begitu tidak pantas menjadi kepala negara? Kenapa mereka menutup mata pada sejarah bagaimana Prabowo menjadi pelaku utama dalam kerusuhan Mei 1998? Kenapa mereka menganggap pelanggaran HAM berat bukan suatu hal penting, disaat Jokowi sedang mengupayakan penyelesaiannya?

Belum selesai dengan masa lalunya, Jokowi yang dulu dihinanya mati-matian, mengajak berdamai agar Prabowo kembali menapaki dunia pemerintahan dan bisa membantunya untuk memajukan Indonesia.

Ternyata niat baik tidak disambut baik. Jokowi sudah memberikan hati untuknya, tapi kenapa dia malah ingin merenggut jantung yang menjadi sumber kehidupannya? Memasuki kabinet Jokowi, dia bak anak kecil yang diberi mainan baru. Hilir mudik mendalangi mainannya hingga membuat Jokowi kewalahan dan harus turun tangan. Entah menoel lengannya, sampai menyentilnya langsung di ruang pubik.

Mulai dari pembentukan komponen cadangan yang merenggut kerugian negara sampai ratusan miliar. Saat disurati, semua terpatahkan dengan argumentasi rahasia yang dipakainya untuk bersebunyi.

Food estate yang diamanahkan kepadanya berakhir mangkrak, karena pengolahan kebun singkong dijadikan lahan bisnis untuk meraup keuntungan. Lalu kabar PT TMI yang mewacanakan anggaran ribuan triliun untuk pengadaan alutsista, menimbulkan kecurigaan besar. Karena pergerakannya seperti tak tersentuh oleh dunia luar.

Bahkan sekelas Conny Rahakundini yang berkunjung ke sana harus dibombardir dengan jaminan kerjasama, agar tidak melebarkan informasi ke publik tentang pergerakan perusahaan yang dibawahi Kemhan itu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

FOKUS MINGGU INI


BOLA