Saturday, 24 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Ekonomi

Kemendag Sanksi Tegas Pedagang Bandel Jual Bundling Minyakita, Izinnya Bisa Dicabut!

Aisyah Isyana - 11/07/2023 11:15

Beritacenter.COM - Pemerintah memastikan akan menindak tegas dan memberikan saksi terhadap para pedagang bandel yang menjual Minyakita dengan mekanisme bundling. Dalam hal ini, Kementerian Perdaganan menyebut sanski terberat yang diberikan yakni pencabutan izin usaha.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kemenag, Moga Simatupang menyebut sanski akan diberikan secara bertahap. Pertama, pedagang akan diberikan teguran tertulis pertama hingga kedua. Jika masih tak jera, pedagang akan diberikan sansk pencabutan izin usaha.

"Ya itu akan kita sanksi, diinfo aja nanti kita akan sanksi. Sanksinya pertama ketentuan perundangan diberikan teguran tertulis pertama, kedua. Kemudian pembekuan lalu pencabutan izin usaha," katanya di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (10/7/2023).

Adapun aturan tegas terkait pelarangan menjual Minyakita dengan mekanisme bundling itu tertuang dalam Surat Edaran No 3 Tahun 2023 tentang Penjualan Minyak Goreng Rakyat.

Pejualan dengan mekanisme bundling adalah menjual suatu produk dengan syarat menjual dengan produk lainnya. Dimana para pengecer atau konsumen yang membeli Minyakita dengan mekanisme bundling, diharusnya juga membeli produk lainnya.

Terkait hal itu, Moga menegaskan jika pedagang dilarang menjual Minyakita diatas Rp14 ribu per-liter atau Rp15.500/Kg. "Ini berlaku dari D1, D2, pengecer tidak boleh lebih dari itu sudah diatur dikenakan sanksi," lanjutnya.

Untuk diketahui, Kementerian Perdagangan sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan pembelian minyak goreng rakyat atau Minyakita oleh konsumen. Dimana dalam aturan terbaru itu, pembeli Minyakita hanya diperbolehkan membeli Rp 10 Kg per-orang/hari.

Selain itu, Kemendag juga menyebut penjualan Minyakita tak boleh menggunakan mekanisme bundling atau dijual dengan produk lainnya. Adapun aturan ini terbit berdasarkan Surat Edaran No 3 Tahun 2023 tentang Penjualan Minyak Goreng Rakyat.

"Penjualan Minyak Goreng Rakyat sebagaimana dimaksud dalam huruf a tidak diperkenankan menggunakan mekanisme bundling dengan produk lain. Penjualan Minyak Goreng Rakyat oleh pengecer kepada konsumen paling banyak setara 10 kg (sepuluh kilogram) per orang per hari," kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Kasan, pada poin 5, huruf b dan c, dikutip Jumat (10/2/2023).




Berita Lainnya

Inilah 5 Cara Hemat Uang Belanja Akhir Tahun

29/12/2023 20:30 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat

HOT MINGGU INI


FOKUS MINGGU INI


BOLA