Saturday, 24 Feb 2024
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Politik

Anies Wassalam!!!!... Elektabilitas Turun, Koalisi Belum Jelas, Terbukti Gak Bisa Kerja

Indah Pratiwi - 07/07/2023 08:05

Beritacenter.COM - Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus dalam tren turun sejak Juli 2022. Elektabilitas Anies pada Juli 2022 29,4 persen, turun pada Oktober 2022 menjadi 28,4 persen, Januari 2023 jadi 24,2 persen, Februari 2023 jadi 24 persen, April 2023 jadi 22,2 persen, awal Mei 2023 jadi 21,8 persen, dan akhir Mei 2023 hanya 18,9 persen.

Hal tersebutlah yang agaknya kemudian menjadi salah satu sebab sehingga koalisi yang sedianya akan menjadi gerbong pengusungnya, tidak juga kunjung terbentuk. Semua masih sebatas rencana, dan di atas keras dalam bentuk piagam kesepakatan. Belakangan bahkan Partai Demokrat sudah memberi ultimatum untuk segera menentukan terbentuknya koalisi, selain manuvernya yang bisa diartikan sebagai membuka jalan komunikasi baru yang ditunjukkan oleh adanya pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Puan Maharani.

Yang lebih miris lagi, ternyata hasil kerja Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta semakin dibuka boroknya. Setelah Formula E yang diduga ada indikasi korupsi, sumur resapan yang tak ada gunanya, yang sedang ramai adalah mahakarya Anies yaitu JIS yang ternyata di beberapa bagian tidak sesuai dengan standar dari FIFA.

Berbagai kenyataan di atas tentu hanya akan semakin memperberat langkah Anies untuk bisa diusung sebagai calon presiden. Faktor-faktor tersebut tentu akan memberi pengaruh negatif yang berkelanjutan, yang pada akhirnya membuat kans Anies akan semakin memudar.

Ketiadaan kepastian terbentuknya koalisi pengusung Anies, sedari awal sebenarnya sudah menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan dari bakal calon pembentuk koalisi memang sudah rendah. Anies tidak bisa menjadi faktor pengikat, dan lebih parahnya lagi, Anies justru malah bisa menjadi beban bagi para partai politik calon pengisi koalisi itu nantinya.

Ini sudah terlihat dari apa yang terjadi di Partai NasDem, partai politik yang pertama mengusung Anies sebagai calon presiden. Seperti diketahui, Partai NasDem telah mengalami penurunan tingkat keterpilihan serta kemudian banyak ditinggal para kadernya sebagai imbas atas keputusan partai untuk mengusung Anies Baswedan.

Melihat kenyataan tersebut, agaknya tinggal menghitung hari, menunggu waktu, ketika kemudian Anies tidak jadi diusung sebagai bakal calon presiden. Waktu di mana Anies akan gigit jari, terlempar dari kompetisi elektoral pada Pilpres 2024.

Waktu di mana dia harus menerima imbas ketika gagasan dan narasi hanya menjadi bualan omong kosong, karena ketidakmampuan untuk mewujudkannya menjadi hasil kerja yang sesungguhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat

HOT MINGGU INI


FOKUS MINGGU INI


BOLA