Friday, 22 Sep 2023
Temukan Kami di :
Nasional

KPK: Uang Korupsi Eks Bupati PPU Mengalir ke Musda Demokrat

Lukman Salasi - 08/06/2023 11:35

BeritaCenter.COM - KPK berhasil mengungkap kasus korupsi terkait dana penyertaan modal di Kabupaten Penajem Paser Utara (PPU) periode 2019 sampai 2021. 

Mantan Bupati PPU bernama Abdul Gafur Mas'ud (AGM) yang juga kader Demokrat menerima duit korupsi Rp 6 miliar untuk kepentingan sendiri dan Musda Demokrat.

"AGM diduga menerima sebesar Rp 6 miliar dan dipergunakan untuk menyewa private jet, menyewa helikopter,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2023).

Duit korupsi yang diterima AGM itu diduga sebagian digunakan untuk pelaksanaan Musda Partai Demokrat.

“Supporting dana kebutuhan Musda Partai Demokrat Provinsi Kalimantan Timur," tambah Martawa.

Alex mengatakan kasus ini berawal saat penyidik KPK melakukan pengembangan di kasus suap yang melibatkan Abdul Gafur pada 2022. Saat itu Abdul Gafur ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.

Pengembangan kasus itu mengungkap adanya kerugian negara yang diduga diakibatkan oleh Abdul Gafur. Kerugian negara itu berkaitan perizinan Abdul Gafur selaku Bupati PPU kala itu yang mencairkan dana penyertaan modal kepada tiga perusahaan umum daerah (Perumda).

Alex mengatakan ada tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang didirikan oleh Pemda Penajem Paser Utara. Ketiga BUMD itu lalu berubah nama menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang masing-masing bernama Perumda Benuo Taka, Pemuda Benuo Taka Energi dan Perumda Air Minum Danum Taka.

Abdul Gafur lewat wewenangnya sebagai Bupati PPU kala itu melakukan pencairan dana kepada tiga Perumda tersebut. Namun, pencairan dana itu tidak melewati serangkaian kajian hingga menyebabkan kerugian negara.

Abdul Gafur Mas'ud sendiri telah menjalani persidangan di kasus suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan tahun 2022. Dia telah divonis lima tahun enam bulan penjara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA