Friday, 22 Sep 2023
Temukan Kami di :
News

Jokowi Menang Telak Dari SBY, Mulai Dari Jalan Sampai Bendungan

Indah Pratiwi - 29/05/2023 12:30

FOKUS : Jokowi

Beritacenter.COM - Memang tidak ada habisnya persoalan membandingkan kinerja Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Nih, akibat dari Anies Baswedan sesumbar diatas podium untuk tampil baik dengan interpretasi data yang buruk.

Wajar saja jika Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi geram melihat Anies Baswedan yang melakukan perbandingan yang tidak rasional dan menyesatkan.

TGB justru mengkritik balik data yang disampaikan Anies Baswedan terkait pembangunan jalan non tol atau tidak berbayar di era Pak Jokowi.

TGB lantas membandingkan dengan pembangunan jalan tidak berbayar di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut analisis TGB, Anies tidak menyampaikan data secara utuh karena tidak menyinggung pembangunan jalan desa yang masif dilakukan selama pemerintahan Jokowi.

Bahkan TGB menasehati Anies Baswedan agar fair dan apa adanya dalam membandingkan sesuatu.

"Jadi Mas Anies kalau mau fair dan apa adanya, beliau seharusnya menyebutkan pada masa Presiden Jokowi ada lebih dari 316.000 km jalan desa yang tidak terbangun pada masa sebelumnya," lanjut TGB.

Nah, jika kita menelisik lebih jauh maka kita piknik ke Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Pertama dalam data Kemndes PDTT yang bahwa pembangunan di desa tahun 2015 hingga 2 Desember 2022 atau selama pemerintahan Jokowi yaitu Jalan desa: 311.656 kilometer jembatan: 1.602.227 meter.

Semoga saja pemuja Anies bisa membaca data dengan baik tidak seperti junjungannya. Apalagi soal bendungan nih, SBY harus mengakui kegigihan Jokowi dalam menyelesaikan program kerjanya yang melebihi target.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) di masa kepemimpinannya sejak 2015 hingga akhir 2022 telah meresmikan dan mengoperasikan sebanyak 30 bendungan.

Anehnya lagi bendungan ini sudah termasuk 61 bendungan yang ditargetkan selesai hingga 2024 mendatang.

SBY selama 10 tahun, dari sebanyak 21 bendungan yang diinisiasi, hanya lima bendungan yang selesai ditangani.

Sisanya itu justru diteruskan dan diselesaikan di masa pemerintahan Jokowi.

Hal ini menandakan Jokowi menyelesaikan pembangunan bendungan enam kali lebih banyak dibandingkan SBY.

SBY juga banyak kasus korupsi yang menyeret antek-anteknya disertai dengan banyaknya proyek yang mangkrak.

Jokowi bahkan berhasil mengurangi pengangguran dengan kebijakan hilirisasi. Hilirisasi menciptakan lapangan pekerjaan di daerah dan memberikan kesempatan bagi masyarakat di daerah untuk menjadi pengusaha di daerahnya masing-masing.

Lihat saja di Morowali dan Halmahera, warga lokal mendapatkan akses untuk lapangan kerja lebih terbuka dan mengurangi pengangguran.

Bahkan perusahan tambang membuka akses untuk memberikan training kepada pekerja lokal secara gratis dan kemudian dipekerjakan.

Di timur Indonesia, jika anda mencari operator excavator dan lainya sangat sulit itu dulu. Saat ini sudah banyak, hal ini dampak positif dari kebijakan hilirisasi yang ikut serta berdampak pada pengembangan sumber daya manusia.

Apalagi, soal indeks kepuasan. Mari kita lihat hasil survei Indikator Politik Indonesia periode 8-13 April 2023 menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 75,5 persen.

Sementara jika kita dibandingkan dengan SBY diakhir masa jabatannya hanya sebesar 35,91%. Bagaimana tidak turun kepuasan jika diakhir masa jabatan SBY penuh dengan mangkraknya berbagai mega proyek dan kasus korupsi berjamaah yang dilakukan oleh Partai Demokrat.

Lantas, kinerja Joko Widodo yang mana lagi yang engkau dustakan? Wahai para pemuja Anies Baswedan yang terhormat.




Berita Lainnya

Perkiraan Cuaca di Jakarta 22 September 2023

22/09/2023 08:30 - Rahman Hasibuan

Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Enggano Bengkulu

21/09/2023 22:15 - Baharuddin Kamal

Kapal Pengawas ORCA 06 Bertolak dari Jepang

21/09/2023 17:38 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA