Friday, 29 Sep 2023
Temukan Kami di :
Teknologi

Diduga Kena Serangan Siber, Ini Penjelasan Dirut soal Layanan BSI Error

Aisyah Isyana - 11/05/2023 19:55

Beritacenter.COM - Heboh, beredar isu serangan siber diduga menjadi penyebab layanan perbankan milik Bank Syariah Indonesia (BSI) mengalami gangguan sejak Senin. Mejawab hal itu, Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, turut memberikan penjelasan.

Hery menyebut dugaan serangan siber mulai menguat selama proses normalisasi layuanan BSI, dihari Rabu, 10 Mei 2023. Hery menyebut pihaknya harus melakukan evaluasi guna memastikan keamanan sistem.

"Pada tanggal 10 Mei 2023 pagi hari, BSI mobile sudah bisa digunakan untuk transaksi oleh nasabah dengan fitur yang lebih lengkap. Kami menemukan ada indikasi dugaan serangan siber sehingga kami perlu lakukan evaluasi dan juga lakukan temporary switch off beberapa channel untuk memastikan sistem kami aman," ujar Hery dalam konferensi pers di Gedung Wisma Mandiri 1, Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Hanya saja, Hery menyebut perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik, guna mengungkap kebenaran dugaan tersebut. Sejauh ini, BSI masih terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait guna mengantisipasi hal tersebut.

"Terkait dengan dugaan serangan siber, pada dasarnya perlu pembuktian lebih lanjut melalui audit dan digital forensik. BSI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait baik regulator, OJK, BI, Pemegang saham, stakeholder lain, termasuk juga pemerintah," beber Hery.

Selanjutnya, Hery menyebut layanan perbankan BSI mulai kembali normal per-Kamis, 11 Mei 2023. Dia turut menyinggung soal capex atau belanja modal untuk IT yang disebutnya naik menjadi Rp580 miliar.

"Tahun 2022 kita spending 280 miliar untuk capex IT kita. Tahun ini kita naik lagi, budget Rp 580 miliar. Ini upaya kita menjaga, mendorong agar teknologi kita makin solid, maju dan modern," terang Hery.

Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangannya sempat menyinggung soal adanya serangan yang dilancarkan ke BSI, hingga membuat sistem bank bermasalah.

"Tapi saya tahu, saya pantau, pak Dirut dan timnya ada di sana dan terbukti kemarin pagi kalau tidak salah. Itu sistem ATM-nya sudah mulai jalan," jelas dia dalam keterangannya, Selasa (10/5/2023).

"Laporannya seperti itu. Tapi kan kembali lebih baik kita cek, jangan sampai dibilang serangan. Tetapi kemarin saya sudah cek dengan tim kami memang ada serangan seperti itu," kata dia.




Berita Lainnya

China Larang Pejabat Pemerintah Gunakan iPhone

11/09/2023 16:29 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA