Thursday, 23 Mar 2023
Temukan Kami di :
News

Guru Viral Dipecat Gegara Kritik Ridwan Kamil Ternyata Sudah 2 Kali Kena SP

Aisyah Isyana - 16/03/2023 16:52

Beritacenter.COM - SMK Telkom Sekar Kemuning, Kota Cirebon, turut menjelaskan alasan pemecatan terhadap Muhammad Sabil Fadhilah, guru yang belakangan viral usai mengkritik Gubernur Jabar Ridwan Kamil di medsos. Dalam hal ini, pihak sekolah menyebut keputusan pemecatan tak hanya karena kasus etik ini saja.

"Pengakhiran hubungan kerja bukan karena kasus etik guru kali ini saja, namun ini merupakan sebuah rangkaian," kata Wakasek Kurikulum dan SDM SMK Telkom Sekar Kemuning, Kota Cirebon, Cahya Haryadi di Cirebon, Jawa Barat (Jabar), dilansir Antara, Kamis (16/3/2023).

Selain itu, pihak sekolah dan yayasan juga sudah melakukan rapat soal komentar kuran pantas Sabil, sebelum akhirnya memutuskan untuk memecatnya. Diketahui, Sabil sebelumnya juga disebut sudah dua kali mendapat surat peringatan (SP) dari pihak yayasan, yakni pada September 2021 dan pada Oktober 2021.

Cahya menjelaskan, SP1 pertama diberikan terhadap Sabil usai yang bersangkutan terbukti melanggar kode etik dengan mengeluarkan kata kasar ke peserta didiknya, sehingga membuat orangtuanya tak terima dan melaporkan kasus tersebut.

"Kami keluarkan SP pertama pada September 2021 dimana yang bersangkutan melanggar etik guru," terang Cahya.

Kemudian SP kedua, jelas Cahya, diberikan terhadap Sabil usai terbukti melanggar peraturan sekolah, terkait larangan merokok di lingkungan SMK Telkom Sekar Kemuning. Bahkan, Sabil disebut dengan sengaja mematikan kamera CCTV diruang guru yang merekam aktivitasnya.

"Pada bulan Oktober 2021 SP kami keluarkan lagi dan masih masalah etika yaitu merokok di ruang guru, ada CCTV yang mengontrol tapi oleh yang bersangkutan dimatikan," katanya.

Cahya menyebut masih banyak lagi kasus lainnya yang turut menyeret Sabil dari awal mengajar di SMK Telkom Sekar Kemuning, hingga diputuskan pengkhiran hubungan kerja.

Adanya sanksi pemecatan dari pihak SMK Telkom Sekar Kemuning juga turut dibenarkan oleh Muhammad Sabil. Dia juga membenarkan soal adanya dua kali SP yang diberikan sekolah.

"Iya (pernah mendapatkan dua kali SP)," kata Sabil saat dihubungi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA