Thursday, 09 Feb 2023
Temukan Kami di :
Teknologi

Sergey Brin-Larry Page Turun Gunung, Bisnis Google Mulai Terancam?

Aisyah Isyana - 26/01/2023 01:32

Beritacenter.COM - Sergey Brin dan Larry Page telah lama mundur dari jabatan mereka di Google, yakni sebagai CEO dan Presiden sejak Desember 2019 lalu. Keduanya menyerahkan posisi itu ke Sundar Pichai, yang hingga saat ini masih menjabat sebagai CEO Google.

Kendati begitu, Brin dan Page disebut masih teratat sebagai pegawai Google dan punya tempat di dewan direksi. Hanya saja, Brin dan Page saat ini bisa dibilang sama-sama suidah tak lagi mengurusi bisnis di Google, dan mulai mencari kesibukan mereka masing-masing.

Keduanya juga disebut sesekali datang ke kantor Google di Silicon Valley, hanya saja bukan untuk mengurusi bisnis Google. Brin dan Page disebut mengecek proyek-proyek yang ada di bawah Google X, yang saat ini bernama X Development.

Saat ini, Page dan Brin disebut kembali ke Google setelah diminta bantuan oleh Picahi lantaran posisi Google disebut terancam. Raksasa mesin pencari itu disebut merasa terancam bisnis utamanya lantaran kehadiran ChatGPT, chatbot berbasis AI bikinan OpenAI.

Pichai kembali mengundang Page dan Brin atas dasar pertimbangan para eksekutif Google yang disebut mereasa terancam atas kehadiran chatbot AI ChatGPT.

Sejatinya, Page dan Brin di Google tengah meninjau stategi produk kecerdasan buatan (AI) Google, dan kemudian menyetujui rencana Google ke depannya terkait penerapan chatbot ke dalam mesin pencari mereka.

Dimana Google saat ini disebut berencana memamerkan lebih dari 20 produk baru dan akan mendemonstrasikan chatbot buatannya yang dibenamkan ke dalam mesin pencari. Sejauh ini, belum ada tanggal pasti terkait peluncuran itu, namun kemungkinan akan dilakukan di ajang Google I/O 2023 Mei mendatang.

Google terpantau lebih bermain aman dengan AI, sebelum ChatGPT hadir. Mereka tak akan merilis chatbot terburu-buru, lantaran disebut dikhwatirkan dapat merusak reputasi Google.

Posisi Google sebagai mesin pencari besar tanpa lawan, ternyata belakangan dapat terusik oleh ChatGPT, layanan chatbot gratis yang digarap oleh OpenAI, startup asal San Francisco yang salah satunya didirikan oleh Elon Musk, dan mendapat suntikan dana dari Microsoft.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA