Monday, 06 Feb 2023
Temukan Kami di :
Investasi

Jelang Pengunjung Tahun 2022, Harga Saham Tesla Sudah Anjlok 70%

Aisyah Isyana - 30/12/2022 15:55

Beritacenter.COM - Harga Saham Tesla dilaporkan anjlok hingga 70 persen jelang penutupan tahun 2022. Sejatinya, saham perusahaan milik Elon Musk itu tengah menghadapi banyak gekolak dan turbulensi sepanjang tahun 2022 ini.

Harga saham Tesla terpantau sempat naik 6% pada Kamis, (29/12). Hanya saja, angka itu jika dilihat secara mingguan masih terpantau turun 10%, seperti dikuti CNN.

Turunnya harga saham Tesla ini disebut analis Morgan Stanley sebagai peluang besar untuk nmelakukan aksi beli. Terlebih, mereka juga melakukan pemangkasan target harga dari US$ 330 menjadi US$ 250. Saat ini, harga saham Tesla diperdagangkan di level US$ 122.

Anjloknya harga saham Tesla ini turut membuat harta mantan orang terkaya dunia, Elon Musk, menjadi tergerus. Saat ini, harga Elon Musk tercatat berada di US$ 132 miliar, atau berkurang hampir separuh hartanya pada awal tahun, sebagaimana data Bloomberg Billionaires Index.

Elon Musk bahkan sampai tersingkir dari kursi orang terkaya nomor wahid di dunia dua pekan lalu, digeser oleh bos perusahaan fashion asal Prancis, LVMH, yakni Bernard Arnauld.

Dalam hal ini, analis menilai Elon Musk terlalu banyak membuat kesalahan tahun ini, salah satunya seperti dramanya dengan Twitter yang turut berdampak pada Tesla.

Musk bahkan mulai mengisyaratkan untuk mundur sebagai CEO Twitter, yang membuat para investor khawatir hal itu turut berdampak pada prospek penjualan dan keuntungan Tesla.

Sementara itu, analis Teknologi Wedbush Securities, Dan Ives, menyebut Tesla saat ini mulai melihat adanya persaingan penjualan mobil listrik dari China.

Belum lagi, ekonomi AS yang menuju resesi turut membuat penjualan mobil menurun. Musk sendiri sekitar dua minggu lalu turut memprediksi ekonomi AS akan berada dalam kondisi resesi berat pada 2023.

"Saya kira akan ada masalah pada ekonomi makro yang lebih berat dari yang dipikirkan," kata Elon Musk dikutip dari Reuters.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA