Monday, 06 Feb 2023
Temukan Kami di :
Politik

Gunadi : Kenapa Saya Tidak Mau Memilih Anies?

Indah Pratiwi - 07/12/2022 09:20 Oleh : Gunadi

Apa saja alasan yang banyak diungkapkan oleh masyarakat? Anda termasuk yang mana?


Kalo dikumpul2in alasan-alasan tak pilih Anies dari masyarakat adalah :

1. Jejak politisasi agama di pilgub DKI 2017.

2. Tak mampu bekerja dgn budget yg besar, hasil kerja Ahok jauh lebih baik dgn pengawasan budget yg ketat (Tepat sasaran, hemat & transparan)

3. Anies didukung kelompok khilafah yang bisa merusak NKRI dan Pancasila.

4. Anies korupsi, cuma bisa pencitraan, penipu, dll.

5. Bukan WNI asli.

Menurut saya, alasan yg paling masuk akal hanyalah nomor 1 & nomor 2. Sedangkan nomor 3, 4 dan 5, itu adalah tuduhan-tuduhan yang juga dipakai kubu lain dalam menyerang Jokowi. Jika anda pakai alasan itu, cara pikir anda tak beda jauh sama barisan kadrun selama ini.

Nomor 1: Setuju. Jelas sekali Anies

menunggangi agama, mempolitisasi agama dengan cara yang sangat buruk saat mengalahkan Ahok di 2017.

Namun yang perlu diingat: Dosa itu juga harus ditanggung juga oleh Prabowo, Sandiaga Uno dan ketua-ketua partai pengusung dia saat itu. Selain itu “kendaraan” yg sama jg dipakai oleh Prabowo Sandi saat pilpres 2019. Ingat puisi Neno Warisman di Monas? Itu hanya salah satunya.


Harusnya kita juga marah saat Jokowi mengangkat Prabowo dan Sandiaga sebagai menterinya. Dan jika memang dosa politisasi agama itu tak termaafkan, kita juga harus sematkan itu ke Prabowo – Sandiaga. Nyatanya kan enggak, krn sebagian masyarakat memaklumi bahwa tindakan Jokowi tsb utk meredam polarisasi di dlm masyarakat. Tapi akibatnya sebagian masyarakat tiba2 menjadi amnesia soal perilaku Prabowo & Sandi selama kampanye pilpres.

Demikian juga ke Ma’ruf Amin. Orang yg jelas2 menjerumuskan Ahok itu tetap kita pilih, hanya krn dia disandingkan dgn Jokowi. Lagi2 kita paham knp itu hrs dilakukan oleh timses Jokowi. Dgn penggunaan isu agama, Koalisi PS sdh membentuk ijtima ulama saat itu, bahkan berencana mencalonkan UAS atau Salim Assegaf (Petinggi PKS) sbg wakil presiden ketika itu.Tiba2 timses Jokowi mengumumkan Maaruf Amin sbg cawapres, maka kubu Prabowo kemudian memunculkan sosok Sandiaga Uno pada detik2 terakhir pendaftaraan dgn salah satu tujuan utamanya ingin menggerus suara pemilih muda, menengah, dan terkesan islami dgn melabeli sosok Sandi sbg santri milenial.


Faktanya, Jokowi bisa merangkul kubu lawan yang sudah jelas menjual agama sebagai alat politik.

Jika Anda pilih alasan nomor 1 untuk tak pilih Anies, saya sepakat. Namun hendaknya juga tak pilih Prabowo dan Sandiaga Uno, krn jejak rekam keduanya sama busuknya dalam hal politisasi agama.

Nomor 2: Saya juga setuju. Anies itu lebih pintar bicara daripada bekerja. Kalau dibandingkan dengan Ahok, jauh lah bedanya. Perubahan di Jakarta ini sangat dirasakan saat Ahok jadi gubernur, padahal ahok cm 2 thn memimpin jakarta, tapi hasil yg diberikan maksimal : Administrasi gratis satu pintu di 267 kelurahan & 44 kecamatan, E-Budgeting, penghapusan pajak 0 utk nilai rumah di bawah 1 milyar, Qlue quick response, penyaluran kJP yg tepat sasaran, pembagunan rusun dmn2, normalisasi kali, pergantian armada bus dari merk zhong tong menjadi merk Mercedez, Scania, Hino, dan Volvo, di saat yg sama mulai melakukan peremajaan2 angkutan busuk spt metromini & kopaja dgn mengeluarkan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Transportasi umum, yg isinya salah satu akan menarik kendaraan2 tidak layak dari jalanan umum selama 10 tahun sejak dikeluarkan perda tsb.

LRT jalur Kelapa gading – Rawamangun pun dieksekusi oleh Ahok, jauh lebih cepat drpd yg dikerjakan oleh pusat yg di saat bersamaan juga membangun 3 jalur LRT : Cawang – Bekasi Timur, Cawang – Dukuh Atas, dan Cawang – Cibubur, sampai saat ini juga blm selesai krn sempat terhenti krn pandemi covid selama 2 thn terakhir. Msh banyak lagi prestasi Ahok selama 2 thn memimpin Jakarta seperti pembangunan 300an taman RPTRA di 5 wilayah Jakarta, pembentukan tim orange di setiap kelurahan2, dan bunderan Semanggi. Kalau cm bangun benda mati spt masjid besar Hasim asyhari di Daan mogot itu ga pernah dijadiin pencitraan buat dia, termasuk revitalisasi musholah fatahillah menjadi masjid bertingkat 2 di Balai Kota. Gubernur2 muslim sebelum Ahok aja ngga sempet kepikiran pdhl kantornya di balai kota.


Rencana Ahok bangun rumah sakit kanker tidak diteruskan oleh Anies, begitu juga rencana ahok minta kontribusi pemgembang reklamasi sebesar 15% utk pemasukan negara juga sdh dibatalkan raperda zonasinya oleh Anies. Intinya 4,5 thn Anies memimpin Jakarta ngga ada apa2nya dibanding selama.2 thn Ahok memimpin DKi. Satu lagi prestasi Ahok yg dilupakan publik : Tahun 2016 Serapan anggaran DKI TERENDAH dibanding 34 provinsi. Itu artinya provinsi paling pandai BERHEMAT dgn anggaran daerahnya. Indikatornya mudah, dana paling minim keluar, tapi hasil kerja paling banyak. Yg paling banyak menggerutu saat itu adalah para wakil dewan, maling2 anggaran, rantai bisnis tente, dan ormas2 & organisasi2 pemerima dana hibah APBD

Jika Anda pilih alasan nomor 2 untuk tak pilih Anies, saya lagi2 sepakat, yg cuma pandai bicara sebaiknya jangan jadi pemimpin.

Alasan Nomor 3: Saya tidak setuju. Tuduhan ini tak beda dengan tuduhan bahwa PKI akan bangkit saat Jokowi presiden.

Anies memang didukung pendukung khilafah, tapi TIDAK MUNGKIN Anies akan wujudkan itu jika dia presiden.

Anies pasti akan menjauhi pendukungnya yg pro-khilafah saat jadi presiden. Anies itu hanya ingin jadi presiden. Itu ambisinya. Dan dia melakukan segala cara, termasuk menunggangi pengusung khilafah.

Bahkan HTI atau FPI, tak akan dihidupkan lagi oleh Anies. Urusan mereka marah, bagi Anies tak akan dianggap masalah. Percayalah sama saya. Dari jejak rekamnya dia sangat mudah utk berpaling. Tidak ada kamus setia dlm politik.

Pendukung khilafah akan tetap gigit jari meski Anies presiden. Sehingga saat Anies jadi presiden pun, mereka akan tetap akan merecoki pemerintahan Anies.


Pendukung khilafah akan terus merusak Indonesia dan mereka tetap tak berhasil meski Anies jadi presiden.

Nomor 4: Saya tidak setuju. Tuduhan bahwa Anies korupsi, cuma bisa pencitraan, Anies penipu, dll, itu kan tuduhan yang sama selama ini ditujukan kepada Jokowi.

Ini adalah TUDUHAN STANDAR untuk lawan politik. Ini adalah TEMPLATE dalam menyerang lawan politik.

Prinsip tuduhan korupsi: Sebelum KPK atau Kejaksaan menangkap, tuduhan korupsi ya hanya isapan jempol.

Untuk pencitraan, semua politisi ya menjalankan pencitraan. Itu hal yang wajar. Tuduhan berbohong juga selalu bisa dicari-cari ke semua politisi.

Nomor 5: Jelas saya tidak setuju. Saya adalah salah satu warga DKI yang dulu marah ke gank 212 karena telah membunuh hak Ahok menjadi capres/cawapres dgn isu penistaan agama yg tdk bisa dibuktikan di pengadilan

Bagaimana mungkin saya tak setuju Anies jadi presiden hanya karena dia keturunan arab?

Bagi saya, Ahok dan Anies punya hak yang sama tak peduli etnisnya. Selama punya KTP hak & kewajiban mrk sama dgn WNI lainnya.

Kesimpulannya, saya tidak milih Anies krn memang ngga bisa kerja sebaik Ahok atau Jokowi, dan belum tentu sekuat jokowi pula dalam menghadapi dominasi asing yg ingin menguasai SDA, bisa2 freeport sama blok rokan dll, kemungkinan bs kecaplok lagi. Cara dia berpihak kpd para pengembang reklamasi dgn membatalkan raperda zonasi kontribusi 15% sdh mengesankan ttg itu, kemana dia akan berpihak ketika memimpin suatu daerah atau negara.

Mencegah maling2 anggaran APBD DKI dia sudah kewalahan, bagaimana mungkin saya bisa percaya org spt Anies bisa menjaga dana APBN utk tdak bocor kemana2? Baru mau ditanya soal anggaran formula E saja, dia sdh buru2 ngumpulin 7 fraksi di DPRD utk makan malem di rumahnya.

Mengawasi wilayah Jakarta seluas 661km2 aja dia sdh kerepotan, apalagi mesti mengikuti perkembangan pembangunan negeri indonesia yg luasnya 1.904.569 Km² ini?

Saya percaya dia bisa berjanji, tp dari jejak rekamnya saya yakin dia tidak bisa melakukannya.

Dia sama seperti kebanyakan politisi2 jaman now yg cuma bisa mengumpulkan massa dgn cara menggerakkan mesin2 politik, bukan lewat prestasi kerjanya.

Sumber : Status Facebook Gunadi




Berita Lainnya

Cari Aman Nasdem Mainkan POLITIK DUA KAKI

04/02/2023 13:20 - Indah Pratiwi

Surat Terbuka untuk Bung SP

03/02/2023 18:40 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA