Thursday, 23 Mar 2023
Temukan Kami di :
Politik

Ketum Projo : Rambut Putih Identik dengan Tua, Sementara Pemilih Kita Muda

Aisyah Isyana - 29/11/2022 21:20

Beritacenter.COM - Ketum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, turut berkomentar soal kode pemimpin rambut putih yang disampaikan Presiden Jokowi. Budi menilai, narasi pemimpin berambut putih itu harus di manage dengah hati-hati.

"Saya nggak mau berspekulasilah karena kisi-kisi rambut putih itu kalau kita nggak manage dengan hati-hati nanti bisa dianggap sebagai simbol ketuaan. Padahal pemilih kita kan muda, 52 persen. Itu pemilih muda kita, pemilih di bawah 40 tahun, itu 52 persen," kata Budi Arie dalam YouTube Total Politik seperti dilihat, Selasa (29/11/2022).

Dalam hal ini, Budi menyebut rambut putih merupakan simbol ketuaan. "Dan kita tahu rambut putih itu kan simbol ketuaan. Jadi bukan hal yang terlalu positif, menurut saya, untuk sebagai bahan kampanye," terang Budi.

"Karena rambut putih itu identik dengan tua, sementara pemilih kita muda. Iya dong (Keriput juga tidak positif)," imbuh Budi Arie.

Untuk itu, Budi Aire sendiri mengaku tak mengetahui maksud dari Presiden Jokowi memberi kode pemimpin berambut putih. Pasalnya, dia menilai pemimpin yang berumur tua pun masih ingin terlihat muda.

Dia turut mencontohkan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang kini telah menginjak usia kepala delapan. Meski sudah kepala delapan, Budi menyebut Joe Biden ingin tampil energik dan terlihat muda.

"Semua pemimpin di dunia sudah tua pun mau merasa muda, yang ditampilin kemudaannya karena muda itu energik. Seperti Joe Biden, dia harus kelihatan fresh, kelihatan muda, kelihatan seger. Pemimpin kan juga harus jadi harapan rakyat, 'Oh ini masih muda, masih segar, masih berenergi'. Gitu, lo," ujarnya.

Dia turut menyoroti fenomena pemimpin tua seperti Joe Biden dan Donald Trump yang masih berencana untuk majul ke Pilpres AS, termasuk Anwar Ibrahim yng baru saja menjabat Perdana Menteri Malaysia. Dia menilai, terpilihnya pemimpin berusia tua itu akan kembali lagi ke masyarakat.

"Namanya demokrasi. Itu kan tergantung rakyat memilihnya. Kalau rakyat mau berkehendak yang tua, ya apa boleh buat," ujar Budi.




Berita Lainnya

Sobar Harahap : Ganjar, Pemimpin yang Sat Set

21/03/2023 18:32 - Indah Pratiwi

Mantan Kabareskrim Susno Duadji Maju Bacaleg PKB

21/03/2023 16:20 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat


BOLA