Monday, 28 Nov 2022
Temukan Kami di :
Bola

Made in Madiun, 'Al Rihla' Bola Piala Dunia Qatar 2022 Punya Aerodinamika Terbaik

Aisyah Isyana - 24/11/2022 22:57

Beritacenter.COM - Bola Piala Dunia 2022 Qatar, yakni 'Al Rihla', diklaim sebagai yang terbaik dari sisi aerodinamika, berdasarkan hasil studi. Bola Al Rihla yaang dipakai di Piala Dunia 2022 merupakan buatan Indonesia, tepatnya dari Madiun, Jawa Timur.

Menurut profesor fisika di University of Lynchburg, John Eric Goff, yang mempelajari fisika olahraga, bola made ini Madiun ini disebutnya memiliki desain yang sangat baik, sehingga memiliki aerodinamika yang tinggi.

"Di antara tembakan ke gawang, tendangan bebas, dan operan panjang, banyak momen penting dalam pertandingan sepak bola terjadi saat bola berada di udara. Jadi salah satu karakteristik terpenting dari sebuah bola sepak adalah bagaimana ia bergerak di udara," kata Goff, dikutip dari The Conversation.

Bola Piala Dunia Qatar bernama 'Ak Rihla' ini dibuat dengan tinta dan lem berbasis air dan berisi 20 panel. Dimana delapan diantaranya adalah segitga kecil dengan sisi yang kira-kira sama, dan 12 lainnya berukuran lebih besar serta berbentuk seperti es krim.

Ketimbang menggunakan tekstur yang terangkat guna meningkatkan kekasaran permukaan seperti bola sebelumnya, Al Rihla justru dilapisi dengan fitur seperti lesung pipi yang membuat permukaannya terasa lebih halus jika dibandingkan dengan bola-bola sebelumnya.

"Meskipun mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, membuat permukaan bola menjadi kasar akan menunda pemisahan lapisan batas dan membuat bola dalam aliran turbulen lebih lama. Fakta fisika ini, bahwa bola yang lebih kasar terasa lebih ringan, adalah alasan mengapa bola golf berlesung pipi, terbang lebih jauh dibandingkan jika bola itu halus," urai Goff.

Lebih lanjut, lapisan Al Rihla dibuat lebih besar dan lebih dalam guna mengimbangi rasa yang lebih halus. Rekan-rekan Goff di Jepang turut menguji bola yang digunakan di empat Piala Dunia terakhir, termasuk Al Rihla, di terowongan angin di Universitas Tsukuba.

"Al Rihla memiliki karakteristik aerodinamis yang sangat mirip dengan dua pendahulunya, dan bahkan dapat bergerak sedikit lebih cepat pada kecepatan yang lebih rendah," rinci Goff.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA