Wednesday, 07 Dec 2022
Temukan Kami di :
Kesehatan

Waspada ! Minum Antibiotik Tidak Teratur Bisa Menyebabkan Ini...

Baharuddin Kamal - 24/11/2022 20:20 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Jika kamu berobat ke dokter akibat mengidap infeksi, obat yang paling sering dokter berikan adalah antibiotik. Tujuan pemberian antibiotik adalah mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Antibiotik berfungsi dengan cara membasmi atau mencegah berkembangnya mikroorganisme patogen termasuk bakteri, jamur, dan parasit. Dokter biasanya akan meminta untuk mengonsumsi antibiotik tiga kali sehari sampai habis.

Penggunaan antibiotik yang tepat akan secara efektif menghentikan infeksi dan mempercepat penyembuhan. Jadi, kamu harus benar-benar memperhatikan pesan dokter ketika diberi obat ini agar terhindar dari resistensi antibiotik.

Hal yang Bisa Terjadi Jika Minum Antibiotik Tidak Teratur
Antibiotik bekerja dengan cara membasmi atau mencegah berkembangnya mikroorganisme patogen termasuk bakteri, jamur, dan parasit. Contoh penyakit yang dapat diobati dengan antibiotik, seperti TBC (tuberkulosis), sifilis, sinusitis, dan sakit tenggorokan. Obat ini tidak dapat mengobati infeksi virus seperti hepatitis, herpes, dan influenza.

Oleh karena itu, jika kamu memiliki suatu kondisi kesehatan, penting untuk menentukan apakah infeksi virus atau infeksi bakteri yang menyebabkannya. Hal ini karena antibiotik hanya efektif untuk mengobati penyakit karena paparan bakteri. Dokter dapat memutuskan apakah perlu menggunakan antibiotik untuk mengobati penyakitnya.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk 5-14 hari pemakaian, tergantung dari gejala dan indikasi yang muncul. Resistensi antibiotik dapat berkembang jika kamu berhenti minum obat sebelum waktu yang ditentukan. Hal ini mungkin terjadi karena kemungkinan besar bakteri yang berada di tubuh masih hidup walaupun gejala penyakit sudah berkurang atau hilang.

Resistensi antibiotik akan menyebabkan mutasi bakteri yang masih hidup dalam tubuh. Karena bakteri telah mengalami mutasi, mereka akan kebal terhadap beberapa antibiotik. Alhasil, obat antibiotik yang diberikan dokter tidak akan efektif lagi untuk mengobati penyakit jika di kemudian hari kamu terkena infeksi bakteri.




Berita Lainnya

Awas ! Ini Bahayanya Jika Salah Membedong Bayi

02/12/2022 01:00 - Baharuddin Kamal

Mata Bintitan Karena Suka Ngintip Benarkah?

01/12/2022 19:09 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA