Wednesday, 07 Dec 2022
Temukan Kami di :
News

One Love Bikin Geger Qatar, Siapa Pencetusnya?

Anas Baidowi - 24/11/2022 18:08

Beritacenter.COM - Ban kapten atau armband One Love di Piala Dunia 2022 Qatar dilarang oleh FIFA. FIFA bahkan mengancam memberikan sanksi kepada mereka yang ngotot ingin memakain ban kapren pelangi.

Kehebohan ini menimbulkan pertanyaan. Lantas siapa pencetus ban kapten One Love ini?

Belanda merupakan inisiator kampanye untuk memakai ban kapten One Love dalam sepak bola. Asosiasi Sepak Bola Belanda, Koninklijke Nederlandse Voetbalbond (KNVB) mulai mengkampanyekan pada tahun 2020.

Dikutip dari TIME, tujuan dari kampanye Ban Kapten One Love untuk menyatakan dukungan mereka dalam persatuan semua orang dan mengutuk segala bentuk diskriminasi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by KNVB (@officialknvb)

Pada September 2022, sembilan negara lain termasuk Norwegia, Swedia, dan Prancis turut dalam kampanye tersebut.

Kapten timnas negara-negara tersebut akan memakai ban kapten One Love saat bermain di berbagai pertandingan. Termasuk Piala Dunia Qatar dan EEFA Nations League tahun depan.

Ban kapten One Love ini berwarna pelangi. Bertuliskan "OneLove" di atasnya dan ada nomor satu di dalam gambar hati.

Memang simbol di ban kapten One Love tidak disebutkan secara langsung membela kaum LGBTQ. Namun bendera pelangi adalah simbol hak LGBTQ yang diakui secara global.

“Ini adalah pesan penting yang sesuai dengan permainan sepak bola, di lapangan semua orang setara dan ini harus terjadi di setiap tempat di masyarakat. Dengan band OneLove kami menyampaikan pesan ini,” ujar Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk.

Logo One Love juga dikenakan pada jersey pertandingan Final Piala di Belanda yang dimainkan oleh Ajax dan PSV. Selanjutnya, OneLove muncul dalam iklan di surat kabar dan video.

Kekinian, One Love juga berkembang menjadi platform online. One Love adalah bagian dari Ons Voetbal is van Iedereen (yang diterjemahkan sebagai Sepak bola kita milik semua orang), sebuah strategi bersama untuk melawan rasisme dalam sepak bola.

Pihak di belakang One Love adalah Persatuan Sepak Bola Belanda dan pemerintah Belanda serta perwakilan dari dua liga nasional pria Eredivisie CV dan Keuken Kampioen Divisie serta perwakilan liga nasional wanita Azerion Vrouwen Eredivisie.

Program tersebut berisi dua puluh bagian dan berfokus pada empat aset utama: kesadaran, identifikasi, sanksi, dan kerja sama.

Qatar Melarang One Love

Ban kapten One Love dilarang dalam gelaran Piala Dunia Qatar 2022 dengan alasan tuan rumah sejak awal tidak mendukung dan melarang segala bentuk kampanye terhadap kaum LGBTQ.

Hal ini sesuai dengan hukum yang diterapkan di negara mereka sejak lama.

Duta besar Piala Dunia 2022, Khalid Salman sempat mengeluarkan pernyataan sebenarnya Qatar tidak akan menutup pintu untuk suporter yang memiliki orientasi homoseksual atau LGBT.

Namun mereka hanya meminta suporter itu menghargai budaya yang berlaku di Qatar bahwa LGBT merupakan perbuatan yang dilarang secara hukum. FIFA pun mendukung kebijakan ini.

FIFA bahkan memberi ancaman sanksi kepada timnas yang tetap memakai ban kapten pelangi. Meskipun sanksinya tidak dijelaskan.

Seperti itulah cikal bakal dan siapa pencetus ban kapten One Love yang bikin geger Piala Dunia 2022 di Qatar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA