Wednesday, 07 Dec 2022
Temukan Kami di :
Peristiwa

Sempat Kritis ! Siswa SD Korban Perundungan Kakak Kelas di Malang Mulai Membaik

Baharuddin Kamal - 24/11/2022 15:43 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Anak sekolah dasar (SD) di Kabupaten Malang yang sempat kritis akibat dianiaya kakak kelasnya kini mulai membaik. Korban yang diketahui berinisial MW ini kini sedang menjalani perawatan di RSI Gondanglegi.

"Alhamdulillah kami lihat kondisinya makin membaik dan mulai bisa diajak interaksi," ucap Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, saat ditemui di RSI Gondanglegi, Malang, pada Kamis pagi (24/11/2022).

Dia mengatakan, korban mengalami luka di beberapa bagian tubuh dan alat vitalnya, korban kini sudah mulai membaik usai dirawat selama 1 minggu. "Kondisinya jauh lebih membaik daripada awal masuk rumah sakit itu," kata dia.

Dia menyebutkan, saat ini tim dokter sedang fokus pada penanganan psikis MW siswa kelas II yang diduga dirundung oleh kakak kelasnya pada Jumat (11/11/2022). Sebab menurutnya, kondisi kesehatan fisik MW berangsur-angsur membaik setelah sempat koma di rumah sakit.

"(Korban mengalami) luka dalam, tapi dokter mengatakan lebih fokus pada pemulihan psikis, sehingga tadi kita lihat dokter mengakomodir beberapa keinginan keluarga degan harapan makin cepat pulih," ungkapnya.

Di sisi lain ayah korban Edi Subandi menyatakan, kondisi anaknya berangsur-angsur membaik setelah sempat kritis dua hari lalu. Kini kendati sudah mulai membaik sang anak masih tampak terlihat trauma usai menceritakan apa yang dialaminya ke dirinya.

"Jauh lebih baik sudah melewati masa kritisnya dua hari kemarin. Untuk keterangan dokter kemarin habis CT scan ada semacam gumpalan di otaknya, jadi dokternya belum sempat ketemu nanti mau menjelaskan," jelasnya.

Sebelumnya diketahui, seorang siswa SD di Kabupaten Malang diduga menerima perlakuan perundungan dan penganiayaan oleh kakak kelasnya kelas VI, pada Jumat (11/11/2022). Korban diseret dari sekolahnya di SDN Jenggolo yang berada di Jalan Raya Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, ke Bendungan Sengguruh tak jauh dari sekolahnya.

Setelah diduga dieksekusi korban ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya ditemukan pencari rumput yang membantunya menyeberangkan kembali ke sekolah.Akibat kejadian itu korban mengeluhkan pusing dan mual, serta harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan.

Korban akhirnya dirujuk ke RSI Gondanglegi dan telah dirawat selama satu minggu hingga Kamis (24/11/2022). Selama perawatan di RSI Gondanglegi, korban sempat mengalami koma akibat luka yang diterimanya.

 




Berita Lainnya

Gempa Jember M 6,2 Tak Berpotensi Tsunami

06/12/2022 14:05 - Anas Baidowi

Bus Pariwisata Masuk Jurang, 7 Orang Tewas

04/12/2022 18:56 - Anas Baidowi

Gempa 2,7 Magnitudo Guncang Cilacap Jateng

03/12/2022 21:00 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA