Wednesday, 07 Dec 2022
Temukan Kami di :
Investasi

Pendirinya Jatuh Miskin, Kini FTX Juga Punya Utang Rp48 Trilun

Aisyah Isyana - 21/11/2022 20:27

Beritacenter.COM - Kebangkrutan perusahaan penukaran kripto, FTX, ternyata juga menyisakan hutang yang sangat besar. Sebagaimana dokumen pengadilan, disebutkan bahwa perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu memiliki total pinjaman USD 3,1 miliar atau Rp48,7 triliun pada 50 kreditor terbesarnya.

Pendiri FTX, Sam Bankman Fried, seketika jatuh miskin usai harta kekayaannya menguat imbas anjloknya harga FTX. Sebelumnya, Sam Bankman memiliki harta dikisaran USD 16 miliar atau Rp247 triliun. Namun, kini hartanya menguap hingga tak tersisa sama sekali usai kejatuhan FTX.

Dalam dokumen pengajuan kebangkrutan, terungkap bahwa FTX memiliki utangpada lebih dari 1 juta individu dan bisnis, sebagalaman dikutip dari BBC.

Hanya saja, belum diketahui jelas berapa total orang yang menanamkan uang di FTX yang bakal mendapat kembali uangnya. Pakar menyebut, mungkin mereka hanya akan mendapat sebagian kecil dari dana yang mereka tanamkan.

Saat ini, pihak FTX mengaku tengah meneliti aset globalnya dan akan melakukan reorganisasi sebagian bisnis. Pihak pengadilan bakal segera memutuskan apakan FTX layak dinyatakan bangkrut. Sementarea Sam Bankman terpantau masih berada di kediamannya di Bahama. FBI dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan ekstradisi Bankman ke Amerika Serikat.

Adapun upaya ekstradisi yang melibatkan FBI ini terpantau kian intensif pembicaraannya dalam beberapa hari terakhir. Dalam hal ini, otoritas disebut ingin mengetahui sejauh mana Bankman terlibat dalam kejatuhan FTX, sebagaimana menurut sumber Bloomberg.

"Pada saat ini, Sam Bankman Fried, Gary dan Nishah berada di bawah pengawasan di Bahama, yang artinya akan sulit bagi mereka untuk pergi," kata seorang sumber anonim.

Sekedar diketahui, FTX memiliki mata uang sendiri bernama FTT. Terindikasi dalam sebuah bocoran dokumen, disebutkan bahwa perusahaan investasi FTX bernama Alameda Recearch telah diisi penuh dengan token FTT dengan nilai meragukan, guna menggelembungkan asetnya secara artifisial.

Hal ini kemudian mendorong perusahaan penukaran kripto lainnya seperti Binance, mengambil langkah membuat semua token FTT-nya di pasar, hingga memicu kepanikan. Alhasil, konsumen berbondong-bondong menarik uang mereka dari FTX senilai miliaran dolar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA