Tuesday, 30 May 2023
Temukan Kami di :
Nasional

Polri: Total Ada 4 Perusahaan yang Jadi Tersangka Gagal Ginjal Akut

Lukman Salasi - 18/11/2022 09:55

BeritaCenter.COM – Perusahaan yang jadi tersangka kasus gagal ginjal akut kini bertambah. Awalnya hanya dua, saat ini bertambah jadi 4 perusahaan.

PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical. 

Penambahan perusahaan yang jadi tersangka dibenarkan oleh Bareskrim Polri. "Ya betul," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya yang dikutip, Jumat 18 November 2022.

Dua perusahaan tersebut diduga melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan persediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan, dan mutu.

Menurut Dedi, PT Afi Farma dengan sengaja tidak melakukan pengujian bahan tambahan pelarut PG yang ternyata mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas.

Selain itu, Pt Afi Farma juga diduga mendapatkan bahan baku tambahan dari CV Samudera Chemical usai dilakukan kerja sama dengan BPOM di lokasi. Ditemukan sebanyak 42 drum propilen glikol yang mengandung etilen glikol melebihi ambang batas.

"Barang bukti yang diamankan yakni sejumlah obat sediaan farmasi yang diproduksi oleh PT A, berbagai dokumen termasuk PO (purchasing order) dan DO (delivery order) PT A, hasil uji lab terhadap sampel obat produksi PT A dan 42 drum PG yang diduga mengandung EG dan DEG, yang ditemukan di CV SC," kata Dedi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Penny K Lukito juga menyinggung kenaikan status tersangka pada dua perusahaan tersebut.

"Penyidikan terhadap dua sarana yaitu produksi Afi Farma dan Samudra Chemical telah berproses bersama BPOM dan kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak terkait juga dengan Kejagung untuk melakukan kelancaran penindakan hukumnya untuk memberikan efek jera kepada pelaku," katanya dalam konferensi pers Kamis 17 November 2022.




Berita Lainnya

Jokowi Akan Tetap Cawe-cawe, Ini Alasannya

30/05/2023 12:01 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA