Thursday, 09 Feb 2023
Temukan Kami di :
Bisnis

Jokowi soal Stop Ekspor Timah : Nanti Kalau Hitungannya Sudah Matang Saya Umumkan

Aisyah Isyana - 20/10/2022 20:10

Beritacenter.COM - Hingga saat ini, pemerintah masih mempertimbangkan untuk menyetop ekspor timah. Saat ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah masih akan melakukan perhitungan dan pengkajian mendalam soal pelarangan ekspor bahan tambang itu.

Kendati masih menimbang-nimbang, Jokowi memastikan larangan ekspor timah akan segera berlaku tak lama lagi. Jokowi menyebut hal itu bisa terjadi tahun ini ataupun tahun depan.

"Baru dihitung. Akan kita setop kapan baru kita hitung. Nanti kalau sudah hitungannya matang, ketemu kalkulasinya, baru akan saya umumkan. Setop misalnya bisa tahun depan atau stop tahun ini juga bisa terjadi," papar Jokowi saat melakukan kunjungan ke proyek smelter timah PT Timah, di Bangka Belitung, seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/10/2022).

"Perlu kita hitung semuanya sehingga nanti semuanya berjalan dengan baik tidak ada yang dirugikan," sambung Jokowi.

Dalam hal ini, Jokowi menyebut hilirisasisangat penting dilakukan di Indonesia. Nantinya, Jokowi menyebut masih banyak lagi hasil tambang yang kedepannya akan dilarang ekspor mentah-mentah.

"Semuanya harus masuk ke industrial downstreaming. Semuanya masuk ke hilirisasi karena nilai tambahnya ada di situ, added value-nya ada di situ. Nikel sudah, (nanti giliran) timah, dan bauksit," kata Jokowi.

Jokowi bahkan secara langsung melakukan peninjauan terhadap pembangunan Top Submerged Lance (TSL) Ausmelt yang dilakukan PT Timah. Dia menyebut hal ini sebagai bentuk keseriusan Indonesia dalam melakukan hilirisasi timah. Jokowi menyebut smelter yang dikunjunginya ini akan selesai pengerjaannya pada November mendatang.

"Kita harapkan pergerakan hilirisasi di timah akan segera mengikuti seperti yang kita lakukan di nikel," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyebut nilai tambahnya juga harus dikejar, terlebih proyek-proyek hilirisasi ini juga akan membuka banyak lapangan kerja. "Nilai tambah di dalam negeri akan semakin banyak dan membuka lapangan pekerjaan yang se besar-besarnya," pungkasnya. 




Berita Lainnya

Waduh !! Microsoft Siap PHK 10 Ribu Karyawan

18/01/2023 07:49 - Rahman Hasibuan

McDonald's Umumkan Rencana PHK Karyawan

10/01/2023 00:11 - Aisyah Isyana
Kemukakan Pendapat


BOLA