Wednesday, 07 Dec 2022
Temukan Kami di :
Politik

Banteng FC Bidik Hattrick

Indah Pratiwi - 05/10/2022 09:26 Oleh : Satria Bagus

FOKUS : PDIP

BANTENG FC, nama kesebelasan yang tak asing di telinga masyarakat.


Mengandalkan slogan “klub sepakbola nya wong cilik” klub ini begitu melekat di hati para holigannya.

Mereka adalah para pendukung yang datang dari kalangan masyarakat akar rumput, sangat fanatik dan rela mati demi membela kesebelasan kesayangannya.

Tak pelak berkat dukungan itu

BANTENG FC berhasil dua kali berturut-turut menjuarai kompetisi liga di negeri Konoha.

Dalam kompetisi kali ini BANTENG FC membidik target hatrick memenangkan kompetisi untuk yang ketiga kalinya. Tapi sayang management klub banyak merubah arah kebijakan tim sehingga terjadilah friksi antar pengurus. Saling serang sesama rekan dalam tim seperti bukan hal yang tabu lagi walaupun hal semacam ini belum pernah terjadi di kompetisi yang lalu.

BANTENG FC seperti kehilangan marwahnya. Kerjasama tim yang dulu begitu solid dan saling mendukung antara pengurus dan pemain sekarang justru sebaliknya.

Bahkan ada pengurus yang secara brutal dan terang-terangan menyerang pemainnya sendiri. Sesuatu yang sangat tak elok yang membuat para pendukung kesebelasan ini kecewa dan marah.

Dibawah manajer tim yang sekaligus anak pemilik klub, BANTENG FC dengan gegabah

berani dan sembrono membuang beberapa pemain yang menjadi andalan tim termasuk salah satunya adalah ujung tombak kesebelasan ini yang performanya baru berada di kondisi yang terbaik. Dia justru di kucilkan dan tak sedikitpun diberikan kesempatan untuk bermain alias digantung.

Usut punya usut ternyata si manajer ingin sekali ikut terjun langsung menjadi seorang pemain sekaligus menjadi ujung tombak tim.

Apa jadinya bila seorang manajer klub yang kemampuan permainannya dibawah standar seorang pemain profesional justru berambisi ikut terjun langsung di lapangan sebagai seorang pemain ?

Beliau seharusnya menyadari kemampuannya dan akan lebih terhormat apabila tetap menjadi seorang manajer yang berhasil mengelola manajemen klub agar target hatrick yang dicanangkan bisa tercapai.

Kegelisahan para suporter kesebelasan ini ibarat bom waktu. Tinggal menunggu keputusan bijak dari sang pemilik klub.

Apabila kondisi ini dibiarkan terjadi jangan salahkan para holigannya lari dan beralih untuk mendukung klub yang lain.

Sumber : Status Facebook Satria Bagus




Berita Lainnya

Gunadi : Kenapa Saya Tidak Mau Memilih Anies?

07/12/2022 09:20 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA