Monday, 28 Nov 2022
Temukan Kami di :
Kriminal

Kasus Prostitusi di Hotel Jaksel, Polisi : ABG Layani 3 Tamu per-Hari, Tarif Rp800 Ribu

Aisyah Isyana - 23/09/2022 20:52

Beritacenter.COM - Praktik prostitusi online yang menjajakan anak dibawah umur (ABG) di hotel kawasan Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berhasil dibongkar polisi. Dari hasil penyelidikan, polisi menyebut mucikari memaksa para ABG melayani pria hidung belang hingg 3 kali sehari.

"Jadi setiap harinya korban kurang lebihnya 2 sampai 3 kali dalam sehari (melayani) pelanggan yang bisa didapatkan oleh satu orang korban. Tetapi kadang juga itu yang paling banyak 3 kali, jadi antara 2 sampai 3 kali," kata Wakapolres Jakarta Selatan, AKBP Harun dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

Dalam menjalankan aksinya, Harun menyebut para mucikari menjajakan para ABG untuk open BO melalui aplikasi MiChat. Mucikari mematok tarif para korban hingga Rp800 ribu.

"Jadi penawarannya kurang lebih Rp 800 ribu dengan penyampaian open BO Rp 800 sekali, penyampaian seperti itu di MiChat," jelas Harun.

Meski telah mematok tarif, mucikari terkadang membolehkan para pelanggan untuk nego harga. Setelah mendapatkan pelanggan, mucikari kemudian mengarahkan pelanggan ini ke kamar hotel yang telah ditentukan.

"Kemudian ada beberapa pelanggan, yang apabila ada pelanggan kemudian pelanggan ini akan datang ke hotel tersebut kemudian diarahkan tersangka ke kamar yang sudah ditentukan, kemudian dari kegiatan tersebut, dari penyampaian penawaran Rp 800 ribu ada juga beberapa pelanggan yang menawar sampai ada yang Rp 300 ribu," tuturnya.

Nantinya, uang hasil praktik prostitusi online itu akan dibagi antara para korban dan tersangka. Uang hasil bisnis esek-esek itu juga digunakan untuk membayar sewa hotel hingga kebutuhan sehari-hari korban dan tersangka.

"Kemudian cara membaginya mereka setelah mendapatkan uang dari pelanggan, digunakan bersama," ujarnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, 5 mucikari yang ditangkap polisi terancam dijerat Pasal 45 ayat 1 juncto pasal 27 ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE, Pasal 76 huruf i juncto Pasal 88 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 2 ayat 1 UU No 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA