Thursday, 09 Feb 2023
Temukan Kami di :
Internasional

Jawab Tudingan Beli Drone-Roket dari Iran-Korut, Rusia : Buktikan! Atau Itu Info Bohong!

Aisyah Isyana - 09/09/2022 20:28

Beritacenter.COM - Rusia merespon tudingan negara-negara Barat yang menyebut pihaknya membeli drone dari Iran dan membeli roket dari Korea Utara untuk menyerang Ukraina. Rusia mendesak negara-negara Barat itu, khususnya Amerika dan Inggris, untuk memberikan bukti yang kuat terkait tuduhan tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Vassily Nebenzia menyampaikan tanggapan negaranya dihadapan 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB pada Kamis (8/9) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Jum'at (9/9/2022).

"Saya ingin meminta kepada mereka sekarang untuk memberikan bukti kepada kami atau mengakui bahwa mereka menyebarkan informasi yang tidak bisa dipercaya," tegas Nebenzia.

AS menuding Iran telah memasok drone untuk Rusia, yang bakal digunakan untuk perang di Ukraina. Bahkan, Wakil Duta Besar AS Richard Mills kepada Dewan Keamanan PBB, menuding Moskow tengah dalam proses membeli jutaan roket dan peluru artileri dari Korut.

"Rusia beralih kepada Iran untuk memasok UAV (kendaraan udara tak terawak) dan, dalam pelanggaran jelas terhadap sanksi PBB, kepada Korea Utara untuk memasok amunisi," sebut Duta Besar Inggris untuk PBB, Barbara Woodward.

Guna membahas pasokan senjata asing ke Kiev, Rusia meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat soal Ukraina -- rapat ketiga dalam beberapa hari terakhir --. AS, Inggris, Prancis dan beberapa negara Barat lainnya telah menggelontorkan bantuan militer senilai miliaran dolar Amerika untuk Ukraina, sejak Rusia melancarkan infasi Februari lalu.

"Klaim Rusia bahwa Amerika Serikat dan 'Barat' meningkatkan dan memperpanjang konflik ini adalah salah," tegas Mills dalam pernyataannya.

"Itu menjadi upaya sinis untuk mengalihkan perhatian dari peran Moskow sebagai satu-satunya agresor dalam perang yang tidak perlu dan brutal ini, yang harus dibayar oleh dunia secara kolektif," sebutnya.

Sebelumnya, pihak Ukraina sempat memuji serangan balik yang diklaim berhasil merembut kembali sejumlah besar wilayah di bagian timur dan selatan negara itu, Kamis (8/9) waktu setempat.

"Kami masih sangat jauh dari akhir proses destruktif ini. Persenjataan Barat tidak memainkan peran yang menentukan dalam medan perang, terlepas apapun yang dikatakan Ukraina dan pengikut mereka," ujar Nebenzia kepada forum Dewan Keamanan PBB.

"Kami akan berperang melawan penjajah hingga semua tentara Rusia yang memasuki Ukraina untuk membunuh rakyatnya telah dikalahkan," tegas Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyskytsya dalam pernyataan terpisah.




Berita Lainnya

Gempa 7,8 Magnitudo Guncang Turki, 76 Orang Tewas

06/02/2023 13:55 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat


BOLA