Wednesday, 07 Dec 2022
Temukan Kami di :
Peristiwa

Dalang Pembunuhan Sudah Ditangkap, Motif Pembunuhan Masih "Belum Jelas", Menguntit Arah Penyelesaian Kasus Terbunuhnya Brigadir J

Indah Pratiwi - 16/08/2022 10:00

Beritacenter.COM- Masih penuh misteri motif penembakan yang dilakukan Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo kepada ajudannya, Brigadir J.

Apa benar Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap Istri Ferdy sambo? inilah yang membuat masyarakat luas tanyakan. Sampai saat ini tidak ada keterangan pasti padahal Jokowi meminta Polisi transparan dalam mengungkap kasus tersebut.


Misteri Pembunuhan tersebut masih belum terungkap apa penyebabnya, membuar pemilik akun Facebook Sunardian Wirodono dengan menuliskan sebuah artikel yang berjudul "Menguntit Arah Penyelesaian Kasus Terbunuhnya Brigadir J"

Oleh : Sunardian Wirodono

Nyatater, persoalan Irjen Sambo berbuah di ranah dunia pernovelan horor. Setidaknya dari kasus ini, nama Fredy S bisa melampaui nama penulis horor yang lebih sohor sebelumnnya, Eny Arrow alias EA. Karena ternyata lebih seru-seram? Mungkin karena kegemaran plesetan, Ferdy Sambo dengan Fredy S. Kemiripan nama depan dan S di belakangnya itu. Padal kalau s biasanya mambo, bukan sambo, meski S pada Fredy kepanjangannya adalah Siswanto.


Ada juga nama pengarang lain yang terseret-seret di sini, seperti S. Mara Gd., tapi lebih dikaitkan soal skenario-skenarioan. Kalau soal porno-pornoan, sebagai lelucon nama novelis Fredy S lebih pas. Punchline-nya lebih kena menurut teori standup comedy. Apalagi judul-judul novel Fredy S juga sangat membahagiakan jiwa. Misal; Kekejaman Birahi, Pewaris Cinta Terlarang, Terpaut di Lain Hati, Jeritan Dilanda Noda, Pahitnya Derita Cinta (duh, sudah pahit, derita pula), Istriku Adalah Ibuku,… yang semua covernya selalu perempuan berdada membusung dengan ukuran bra selalu kekecilan.

 

 

Bahkan beberapa novel Fredy S kini juga lagi up di Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan berbagai market-place online. Tapi nggak usah cemas, kumpulan puisi Afrizal Malna juga ada yang menawarkan di lapak-lapak online kok. Novel-novel Fredy, menurut para pemuja sastra, digolongkan ke jenis roman picisan. Picisan artinya murahan. Cuma beberapa picis tapi laris manis. Dulu sekitar 5-7 tahun lampau, di Pasar Senen harga per-buku sekitar Rp3.500, kalau beli borongan bisa dapat harga Rp1.500.

Sampai sekarang masih mudah dijumpai di sana, meski harganya bisa jadi 10 kali lipat. Mana lebih saru antara EA dan FS? Entahlah, saya tidak tahu karena belum pernah membaca, sumpah! Tapi kalau membandingkan FS dengan FS, saya kira FS satunya lebih seru. Setelah mendapat apresiasi dari Menko Polhukam karena telor sudah pecah, apakah masalahnya sudah terang benderang? Apakah tersangkanya ini-ini-ini nanti akan mendapat vonis sesuai harapan kita?

Mungkin kita perlu menghimbau Jokowi, agar terus menjadi pendorong terangnya kasus ini. Karena FS kemarin konon punya alibi baru, soal peristiwa pelecehan di Magelang. Siapa saksinya coba? Bersamaan itu, pengacara Bharada E kini berganti lagi, dengan prosedur yang tak lazim. Sebelumnya, pengacara Bharada E yang pertama, mengundurkan diri. Kali ini dimundurkan, dan kemudian jadi balik menuntut Negara bayar Rp15trilyun untuk fee profesi! Dahsyatnya, pengacara Bharada E yang terbaru, kini dari politikus, Wakil Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta.

Kita tahu PDIP partai yang pernah mendorong Budi Gunawan sebagai Kapolri (tapi gagal), dan kini menjadi kepala BIN. BG pernah ditersangkakan oleh KPK karena gratifikasi, pihak Kepolisian balik menersangkakan pimpinan KPK waktu itu. Apa hubungan? Nggak tahu, saya Cuma nulis data itu saja. Apakah Bharada E kaya, hingga bisa gonta-ganti pengacara? Tidak. Justeru karena miskin, dan karena itu Negara wajib menyediakan pendampingan hukum.

Cuma, yang nentuin dalam hal ini Bareskrim, bukan Bharada E. Jadi, kenapa Bareskrim gonta-ganti pengacara untuk tersangka sekaligus saksi kunci Bharada E? Ya, meneketehek. Kalau ada anggota DPR-RI sinis pada Menko Polhukam yang katanya kayak Menteri Komentator, kayaknya Mahfud MD justeru harus kita dorong untuk terus komentar. Toh yang tak setuju dan berkomentar negatif itu Bambang Pacul, kita sudah tahu kualitasnya kayak apa. Apakah bakal ada skenario baru? Skenario jilid dua setelah skenario jilid satu gagal? Apa targetnya? Demi apa?

Benarkah hanya tuhan yang tahu, sementara kita tempe semua? Netizen +62 bersatu tak bisa dikalahkan! Beli pulsa ketengan pun, juga bakal dijapanin! |

Sumber : Status Facebook Sunardian Wirodono III




Berita Lainnya

Gempa Jember M 6,2 Tak Berpotensi Tsunami

06/12/2022 14:05 - Anas Baidowi

Bus Pariwisata Masuk Jurang, 7 Orang Tewas

04/12/2022 18:56 - Anas Baidowi

Gempa 2,7 Magnitudo Guncang Cilacap Jateng

03/12/2022 21:00 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA