Thursday, 06 Oct 2022
Temukan Kami di :
Kriminal

Ditangkap Polisi, Pasutri di Bali Jual 20 Video Seks Gangbang via Telegram

Aisyah Isyana - 10/08/2022 14:57

Beritacenter.COM - Tim Sub Direktorat (Subdit) V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali mengamankan pasangan suami istri berinisial GGG (33) dan KDKS (30). Pengamanan terhadap keduanya dilakukan polisi lantaran melakukan jual-beli video seks threesome hingga gangbang melalui grub Telegram berbayar.

Dalam menjalankan aksinya, pasutri ini membuat dan memposting video pornografi di akun Twitter, kemudian membuat tayangan lengkapnya di grup Telegram berbayar. Nantinya, pasutri itu mengajak para pelanggan di Twitter untuk bergabung ke grup Telegram berbayar.

"Di dalam group Telegram tersebut tersangka yang merupakan admin dari grup tersebut membagikan video porno dengan pemeran yang sama dengan pemeran video yang ada di akun Twitter sebelumnya," ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Gedung Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (10/8/2022).

Nantinya, para pelanggan yang akan bergabung ke grup Telegram itu diminta untuk lebih dulu melakukan pembayaran. Bayu menyebut ada setidaknya 20 video seks yang sudah diposting pelaku di grup Telegram tersebut.

"Jadi membayarnya kurang lebih Rp 200 ribu. Penyampaian dari tersangka bahwa beliau sudah memposting video kurang lebih 20-an video," kata Satake Bayu.

Sekedar diketahui, aksi jual-beli video seksi ini terbongkar usai Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali melakukan patroli siber. Awalnya, tim mendapati akun Twitter dengan 106 following dan 68,9 ribu followers, yang memposting beberapa video hubungan badan dan mempromosikan "open grup exclusive Telegram".

Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan pembelian terselubung (undercover buy). Dari situ, terbongkarlah bahwa pasutri itu merupakan pelaku sekaligus admin grum telegram tersebut.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa sebuah ponsel merk Realme C2 dengan memori 3/32 warna biru, 1 hardisk, akun Twitter yang digunakan untuk memposting video porno dan akun Telegram dengan 3 grup berbayar berisi puluhan video porno.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 4, Pasal 10 UU Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dan/atau Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Keduanya terancam hukuman maksimal 12 tahun dan minimal 6 bulan penjara.




Berita Lainnya

Kedapatan Bawa Sajam, 2 Pemuda di Bekasi Ditangkap

04/10/2022 17:20 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA