Thursday, 06 Oct 2022
Temukan Kami di :
Opini

Meributkan Jilbab Perempuan

Indah Pratiwi - 08/08/2022 21:35 Ditulis Oleh : Ruhadie Bae

Dalam permendikbud no. 45 tahun 2014 tertuang bahwa sekolah tidak boleh membuat peraturan atau himbauan bagi peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah. Sekolah juga tidak boleh melarang jika peserta mengenakan seragam sekolah dengan model pakaian kekhususan agama tertentu berdasarkan kehendak orang tua, wali, dan peserta didik yang bersangkutan.

Akan tetapi, terdapat puluhan ribuan jika tidak bisa dikatakan ratusan ribuan aturan2 sekolah yg mewajibkan siswinya untuk berjilbab.

Kondisi ini hampir terjadi diseluruh wilayah Indonesia. Bukan cuma di Jogja.

Maraknya aturan wajib jilbab ini ditengarai tumbuh subur sejak pada masa SBY memimpin negri ini. Ada apa dgn SBY dengan demokratnya??? Apakah SBY begitu mesrah dengan kaum radikalis waktu itu..? Yang saya tahu, dulu HTI begitu leluasanya. Sampai bisa2nya stasiun tv nasional menayangkan tontonan propaganda khilafah ini.

Seperti mengendap dalam senyap. Seperti ada agenda terselubung dan terukur. Ingin merebut dunia pendidikan nasional menjadi mirip madrasah, pesantren. Bikin aturan yg justru bertolak belakang dengan aturan pusat. Hmmm…

Disisi lain, negara terlihat sempoyongan menghadapi fakta ini. Banyak kasus2 mencuat tapi belum mampu berbuat banyak. Meski saya tetap menaruh harapan pada para pemimpin negri ini yg masih NASIONALIS TULEN. Lom terpapar intoleransi & radikalisme.

Sumber : Status Facebook Ruhadie Bae




Berita Lainnya

Mengapa Perlu Toleransi dalam Beragama?

04/10/2022 11:28 - Indah Pratiwi

Ironi Sepakbola Indonesia

03/10/2022 10:03 - Indah Pratiwi

Tidak Akan Pernah Lahir Lagi Seorang Jokowi

29/09/2022 20:50 - Indah Pratiwi

Makan Nasi Goreng, Setelah Letih Turun Gunung

23/09/2022 12:49 - Indah Pratiwi

Jokowi dan Partai

22/09/2022 08:35 - Indah Pratiwi

Pancasila Itu Ngajarin Banyak Hal…

19/09/2022 08:40 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA