Wednesday, 10 Aug 2022
Temukan Kami di :
Kesehatan

Harus Tahu ! Ini 7 Kondisi Bayi yang Membutuhkan Inkubator

Baharuddin Kamal - 06/08/2022 01:00 Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Inkubator adalah alat penghangat berbentuk box yang bisa diatur suhunya. Perangkat ini sering digunakan untuk menghangatkan bayi dengan kondsisi intra uterine growth restriction (IUGR). Kondisi tersebut membuat bayi tidak berkembang sempurna di dalam kandungan.

Tidak sebatas menghangatkan, inkubator memberikan kelembapan, pencahayaan dan jumlah oksigen yang memadai bagi bayi yang punya gejala yang disebutkan di atas.

Bayi mendapaktan perawatan via inkubator bukan karena kondisi IUGR saja. Tapi, bisa juga karena:

1. Lahir prematur
Organ-organ bayi prematur cenderung belum berkembang sempurna jika dibanding dengan bayi yang lahir normal. Itu sebabnya, mereka butuh waktu tambahan untuk mematangkan organ miliknya.

Selain itu, mereka juga tidak memiliki lemak tambahan yang membantu menghangatkan tubuh secara alami. Karena alasan-alasan ini, bayi prematur perlu dirawat dengan inkubator.

2. Masalah pernapasan
Mekonium atau tinja pertama bayi bisa tertelan selama ia berada dalam rahim. Masalah pernapasan adalah efek samping kondisi di atas. Jika tidak ada tindakan cepat, persoalan ini berisiko menyebabkan infeksi dan membuat Si Kecil sesak napas. Dokter perlu merawat bayi di inkubator untuk memudahkan pemantauan kadar oksigen.

3. Infeksi
Bayi baru lahir belum memiliki sistem kekebalan yang mumpuni. Karenanya, ia rentan terserang infeksi dan risiko berbagai penyakit. Kegunaan inkubator dapat meminimalisir infeksi pada bayi-bayi yang baru sembuh dari penyakit.

4. Penyakit kuning
Penyakit kuning disebabkan oleh menumpuknya zat bilirubin dalam darah sehingga membuat kulit dan bagian putih mata kekuningan. Bilirubin adalah pigmen kekuningan yang dihasilkan dari sel darah merah yang telah rusak.

Hampir semua bayi yang mengidap penyakit kuning memerlukan perawatan inkubator. Pasalnya, alat ini dilengkapi dengan lampu khusus yang bisa menurunkan jumlah bilirubin.

5. Bayi yang mengalami trauma saat dilahirkan
Pemantauan ketat perlu dilakukan pada bayi-bayi yang mengalami pengalaman traumatis selama proses kelahirannya. Mereka akan di rawat di inkubator yang suasananya mirip seperti rahim. Bayi yang mendapatkan perawatan ini diharapkan merasa lebih nyaman dan bisa pulih dari trauma.

6. Berat badan lahir rendah
Kelahiran prematur sering dikaitkan dengan bayi yang berat badannya rendah. Padahal, bayi yang lahir cukup bulan juga bisa mengalami hal tersebut. Nah, anak yang lahir dengan kondisi ini kemungkinan punya jumlah lemak alami yang sedikit.

Seperti dijelaskan sebelumnya, lemak membantu bayi untuk menjaga suhu tubuhnya. Oleh sebab itu, perawatan inkubator dilakukan untuk menjaga kehangatan bayi.

Selain itu, anak dengan kondisi ini seringkali memiliki masalah kesehatan yang mirip dengan bayi prematur. Inkubator mampu memberikan oksigen ekstra dan lingkungan yang memadai untuk Si Kecil sehingga masalah di atas bisa teratasi.

7. Bayi yang telah menjalani operasi
Jika bayi baru menjalani operasi setelah kelahirannya, mereka perlu dipantau dalam lingkungan yang aman dan terkendali, seperti di dalam inkubator.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA