Thursday, 11 Aug 2022
Temukan Kami di :
News

Belum Terkuak "Misteri Tewasnya Brigadir J", Karto Bugel : Progress Kasus Brigadir J

Indah Pratiwi - 04/08/2022 16:09

Beritacenter.COM - Kematian Brigadir J menjadi sorotan dari Sabang sampai Merauke, disitulah intergritas Institusi Polri dipertaruhkan, bukan hanya nama institusi saja tapi juga nama baik Kapolri juga juga mnejadi sorotan.

Apakah kasus ini bener-benar akan transfaran? itulah yang menjadi pertanya besar di tengah-tengah masyarakat, karena didalam pengusutan kasus tersebut banyak yang tidak singkron keterangan dari awalnya terungkapnya kasus tembak-tembakan antara polisi ini.

Hal tersebut mandapatkan sorotan dari pegiat media sosial melalui akun Facebook Karto Bugel dengan menuliskan sebuah artikel "Progress Kasus Brigadir J"

Ditulis Oleh : Karto Bugel

Tahukah anda bahwa hampir 2,7 ribu komentar seperti terlampir dalam poto hampir semuanya memaki polisi? Judul memang memberi pengaruh luar biasa. Namun, dimasa kini, jauh lebih luar biasa adalah apriori kita. Segera saja jempol melakukan tindak eksekusi dan kita malu.

Bacalah!!

Di sana, ada berita tentang pemeriksaan penyidik pada para pelapor. Dan itu adalah normal. Itu adalah prosedur sebuah laporan pemeriksaan. Siapa yang lapor, dia pasti akan ditanya atau dimintai keterangan terlebih dahulu. Dalam istilah penyidikan, itu dinamakan pemeriksaan.

 

 

Bareskrim Polri memeriksa kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Selasa (2/8/2022). Hadir Kamaruddin Simanjuntak, dan Johnson Panjaitan ke Bareskrim.

“Kami sebagai pelapor atau pensihat hukum daripapda ayahanda dan ibunda daripada korban brigadir polisi Nofriasnyah Yoshua Hutabarat, diundang, dipanggil penyidik subdit satu pidum Polri, untuk beri keterangan sebagai pelapor terkait kasus laporan kami terkait dugaan tindak pidana pembunuhan berencana.”jelas Kamaruddin.

Artinya, laporan mereka dapat diterima. Laporan mereka telah memenuhi unsur. Dan setelah laporan itu diterima, telah memenuhi unsur, prosedural pemeriksaan awal pun segera dilakukan oleh penyidik. Dan itu dengan dipanggil untuk ditanya. Bukan justru terlapor dipanggil. Itu nanti pada proses berikutnya.

Dalam berita itu, tim pengacara pun mengaku membawa sejumlah dokumen terkait bukti pada kasus tewasnya Brigadir J dalam dugaan laporan tindak pidana pembunuhan berencana.

“Barang buktinya banyak. Pertama keterangan saksi. Ada 11 saksi yang kami ajukan. Kedua adalah bukti surat atau akta. Ketiga nanti pendapat ahli. Ahli pidana, ahli forensik, macam-macam nanti dipanggil penyidik. Berikutnya adalah petunjuk kesesuaian antara keterangan saksi dengan surat keterangan ahli, masuk kepada keterangan terlapor atau tersangka atau pengakuannya. Kan begitu,” jelas Kamaruddin.

Artinya, laporan keluarga Brigadir J atas adanya dugaan tindak pidana pembunuhan berencana yang kemarin terlalu alot, kini menjadi semakin terang. Menjadi memiliki prospek untuk dilanjutkan pada tahap yang lebih maju.

Bisa jadi pemeriksaan berikutnya justru akan lebih fokus pada laporan yang ini dibanding laporan yang lain. Seharusnya, ini adalah berita gembira bukan justru sebaliknya.

Sekali lagi, bacalah link yang diberikan. Itu agar kita tak tersesat apalagi marah atas sesuatu yang tak kita pahami dengan benar.

https://www.kompas.tv/…/bareskrim-periksa-pengacara… 

RAHAYU

Sumber : Status Facebook Karto Bugel




Berita Lainnya

Bahaya! Stop Isi Bensin Eceran di Jalanan

11/08/2022 09:59 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA