Thursday, 11 Aug 2022
Temukan Kami di :
News

PPATK : ACT Bukan Satu-satunya, Ada 176 Lembaga Serupa Diduga Selewengkan Dana!

Kami nyatakan, ACT ini bukan satu-satunya. Jadi kita masih menduga ada lembaga-lembaga lain yang memiliki kegiatan serupa, dan 176 tadi salah satu diantaranya yang kemungkinan (melakukan penyelewengan dana), kami sudah serahkan ke penegak hukum

Aisyah Isyana - 04/08/2022 11:54

Beritacenter.COM - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyerahkan dua dokumen ke Kemensos. Dimana salah satu dokumennya disebut terkait 176 lembaga yang diduga menyelewengkan dana seperti Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Pada kasus yang terakhir dan seperti yang disebutkan Mensos, tadi ada 176 entitas lainnya yang diserahkan ke beliau untuk diperdalam selain kasus yang marak saat ini (ACT) ditangani teman-teman Bareskrim," kata Ivan kepada wartawan di gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Tak hanya itu, Ivan juga menyebut pihaknya telah menyerahkan dokumen terkait ke pihak Bareskrim Polri, untuk kemudian didalami untuk kasus serupa. Ivan menyebut ratusan lembaga baru itu diduga memilki modus serupa dengan ACT.

"Kami nyatakan, ACT ini bukan satu-satunya. Jadi kita masih menduga ada lembaga-lembaga lain yang memiliki kegiatan serupa, dan 176 tadi salah satu diantaranya yang kemungkinan (melakukan penyelewengan dana), kami sudah serahkan ke penegak hukum," jelas Ivan.

"Ya rata-rata memang modusnya adalah sama, ya penggunaan dana yang dihimpun publik itu tidak sesuai dengan peruntukan semestinya," imbuhnya.

Sekedar diketahui, Ivan melakukan pertemuan tertutup dengan Mensos Tri Rismaharini, guna membahas kasus yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Dalam rapat itu, PPATK akan bergabung dengan Kemensos guna membentuk Satuan Tugas (Satgas).

Nantinya, Risma menyebut tugas dan fungsi satgas ini guna mendalami hal-hal terkait dugaan penyelewengan dana oleh berbagai lembanga. "Melalui tim ini, nanti mungkin bisa kemudian PPATK menelusuri, bergerak setelah itu," jelas Risma.




Berita Lainnya

Bahaya! Stop Isi Bensin Eceran di Jalanan

11/08/2022 09:59 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA