Thursday, 09 Feb 2023
Temukan Kami di :
Politik

CEMEN..! Roy Suryo Pingsan Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama, Warganet : Roy Suryo Tersandung Bully

Indah Pratiwi - 26/07/2022 16:32

Beritacenter.COM - Kocak setelah diperiksa hampi 12 jam dalam kasus Penista agama si Tukang Nyinyir partai Demokrat pingsan, muntah dan hingga harus menggunakan kursi roda.

Tampak matanya terpejam dan tak berkomentar soal penetapan dirinya sebagai tersangka kasus ITE terkait meme stupa Budha.

Aksi kocak ROY SURYO Ini mendapakan tertawaan dari warganet, yang menilai Si Tukang Nyinyir tersebut hanya banyak omong di Medsos saja giliran baru tiperiksa begitu langsung Pingsan.

Hal tersebut juga menjadi sorotan pemilik akun Facebook Sunardian Wirodono dengan membuat artikel yang berjudul "Roy Suryo Tersandung Bully"

Oleh : Sunardian Wirodono

“Mohon maaf ya biarkan Pak Roy istirahat dulu, mohon doanya,” ujar Kuasa Hukum Roy Suryo, Pitra Romadoni saat menolak sesi wawancara dari dalam mobil, Jumat (22/7/2022), demikian saya kutipkan satu paragraf dari kompasdotcom harini. Emangnya, saya mesti berdoa apa? Minta agar tuhan turun tangan? Gimana tangan tuhan turun, dalam upaya kita patuh pada aturan hukum negara?



Begitu banyak pernyataan, atau perkataan, normatif yang asal “dibunyikan” tanpa dipahami maknanya. Kayak Riziek sekeluar bui atas bebas bersyaratnya. Napi dalam kasus kebohongan itu menyatakan negeri ini penuh kedzaliman dan kebohongan. Yang bohong dan dzalim itu siapa Ziek? Gimana dengan kamu ‘ndiri, Ziek? Bijitulah. Kita boleh ngomong sembarang, mumpung banyak yang ngaku jurnalis hanya jadi tukang rekam peristiwa. Tak tahu arah, bahwa mereka sebetulnya punya peluang memberi perspektif untuk ikut membangun negeri ini.

Banyak pihak menuding literasi masyarakat kita rendah. Namun bisakah kita berharap, dengan literature yang juga tak berdarah-darah, membuat masyarakat punya daya literasi tinggi? Karenanya, mana lebih dulu, antara telor dan ayam? Dalam dagelan lawas, hal itu selalu jadi bahan lelucon. Padal, dalam penelitian ilmiah, sudah diakui ayam lebih dulu ada. Karena telor hanya bisa dibentuk oleh enzim yang dikeluarkan ayam. Bahwa kemudian dari telur muncul ayam, secara empirik belum bisa mematahkan pertanyaan; lantas darimana ayam? Jangankan ayam, manusia pun tercipta dari apa?

Dalam berbagai mitologi dunia, manusia dibuat dari tanah, pasir, api, mantra, dan lain sebagainya. Jarang yang bilang dari percoitusan. Tapi siapa yang membuatnya? Kalau rakyat jelantah melanggar aturan, menunggu bus sembarang tempat, dan membiarkan halte bus dipenuhi pedagang kakilima, salah siapa? Yang menyetop sembarang? Yang jadi sopir bus? Atau yang bikin aturan membiarkan semua itu, karena malah asyik bikin drama tembak-tembakan? Ini disrupsi yang membuat kita keponthal-ponthal.

Tidak relevan membandingkan dulu, ketika jaman analog, di mana membaca buku pelajaran kayak ‘Fajar Menyingsing’, ‘Matahari Terbit’, atau bacaan macam ‘Si Doel Anak Betawi’, ‘Si Kuncung’, katakan juga generasi ‘Si Imung’, yang membuat kita tahan membaca berjam-jam. Apalagi kini jaman ‘Tik Tok’, di mana para kreator program Amerika pun tunduk pada kejulidan China. Bahkan hingga di AS yang pernah memunculkan capres macam Nixon (Protestan, majoritas) yang memenangkan Kennedy (Katolik, minoritas), atau McCain yang tak mau membully Obama (2008) dengan sentimen agama, akhirnya memenangkan Donald Trump (2016), yang menjadi inspirasi para kreator Anies Baswedan (2017).

Maka, apalagi di Indonesia dengan jumlah penduduk yang tidak atau belum sekolah sebesar 64,15 juta jiwa, hampir sama jumlah dengan yang ‘hanya’ lulusan SD sebanyak 64,68 juta. Sementara jumlah pengangguran sekitar 8,40 juta jiwa, dengan lulusan Strata-2: 838.827 jiwa dan Strata-3: 60.116 jiwa. Itu pun di antaranya ada yang jadi tersangka penghinaan agama, gara-gara menertawakan meme patung Buddha berwajah Jokowi. Karena para guru agama kebanyakan memang tidak mutu. Kebanyakan, bukan semua. Masih ada yang kesedikitan, meski kesemutan.

Ambyar tenan, sekarang Roy malah ngetop di trotoar, barengan Jeje, Bonge, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan, jadi peraga busana sakarepnya! |

Sumber : Status Facebook Sunardian Wirodono III




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA