Thursday, 06 Oct 2022
Temukan Kami di :
Politik

PARPOL Lain Siap Dukung GANJAR Jadi Capres 2024, Bung Amas Mahmud : Ganjar Akan Dibajak, PDIP Harus Piawai

Indah Pratiwi - 24/06/2022 13:45

Beritacenter.COM - Nama Ganjar Pranowo menjadi calon kuat Presiden 2024, banyak partai yang siap-siap yang mendukung sosok Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Sejumlah partai yang menyatakan dukungannya terhadap Ganjar, sebenarnya hal ini membuat PDIP harus hati-hati jangan sampai kader terbaiknya itu dijadikan lawan politiknya sendiri oleh partai lain.

Hal tersebut mendapatkan sorotan dari Bung Amas Mahmud dengan menuliskan artikel yang berjudul "Ganjar Akan Dibajak, PDIP Harus Piawai"

Oleh : Bung Amas Mahmud

PENTAS politik di tanah air mulai dihiasi ragam pertunjukkan menarik. Bahkan menggelitik. Kadang kala mengundang tawa. Bagaimana tidak, sebagian elit partai politik sudah berlagak seperti anak usia dini.



Padahal partai politik atau yang kerap kita sebut parpol bukanlah PAUD “Pendidikan Anak Usia Dini”. Cerminan politik kita kian bergeser. Tidak lagi dihiasi pertunjukkan kualitas politisi.

Jualan narasi dan tarung konsep seperti tenggelam. Menyongsong tahun politik 2024, harusnya panggung politik diramaikan dengan percakapan yang berkualitas. Bukan pameran yang penuh kemarahan dan ocehan tak berguna.

Lantas apa hubungannya dengan Ganjar Pranowo akan dibajak?. Secara universal, posisi Ganjar sebagai kader PDI-P sepertinya tengah diuji. Badai politik menghampirinya.

 

 

Walaupun positifnya, Ganjar Pranowo mendapat total effects. Mulai dirinya disindir, macam jenis satire politik yang viral di media sosial dari elit partai. Mau atau tidak Ganjar, tidak saja babak belur. Melainkan mendapatkan hasil meningkatnya simpati publik.

Publik satu persatu mulai sayang, simpati terhadap Ganjar. Dugaan atas pameran politik ini juga ada, bahwa skenario PDI-P untuk membuat kadernya dibicarakan, kemungkinan ada benarnya.

Ketika Ganjar dihajar. Citranya dibuat seolah-olah dianak tirikan parpol sendiri. Membuat rakyat makin berpihak kepada Ganjar. Karena ia dianggap didzolimi. Target dari manfaat yang didapat bisa benar adanya.

Tapi, juga berbahaya, riskan, ketika terkuak ke publik. Bahwa ternyata yang dilakukan PDI-P terhadap Ganjar hanyalah settingan politik. Yang pada akhirnya Ganjar tetap diunggulkan PDI-P. Tapi, jika kurang cakap dibingkai. Kemungkinan jadinya lain.

Ganjar dalam posisi mahal. Dan berpotensi pindah ke lain hati. Ganjar bisa saja dibajak parpol tertentu. Jadinya sekarang muncul gejolak, pertentangan di hari Ganjar.

Dimana disaat bersamaan jika PDI-P tidak mengakomodirnya sebagai Capres. Resiko terberat dan terburuk ialah Ganjar minggat dari PDI-P. Banyak menyebut itu pilihan Sulit dan Ganjar memilih tidak meninggalkan PDI-P.

Bisa saja jika Ganjar dibajak, PDI-P yang menerima kerugiannya. Ujian konsistensi bagi elit PDI-P juga tengah dihadapi sekarang. Bila penyelesaian akhir dan nyanyian politik PDI-P buruk atau jelek, maka PDI-P harus siap menerima kekalahan di tahun 2022.

PDI-P harus rapi memainkan isu. Berbagi peran sejauh ini antara Puan dan Ganjar sudah oke. Tinggal bagaimana endingnya. Jika ada sedikit saja problem, kelalaian maka skenario PDI-P untuk Pemilu 2024 akan blunder.

Ketika tidak merdu nyanyiannya. Tidak piawai. Tidak lagi rapi memainkan tata kelola isu, maka konsekuensinya PDI-P kehilangan power politik. Suaranya di Pilpres dan DPR menyusut. Lalu Ganjar dibajak. Elit PDI-P gigit jari karena kalah di Pilpres dan Pemilu 2024.

Tidak mudah bagi PDI-P mempertahankan posisinya sekarang. Memang paling sulit mempertahakan, ketimbang merebut. Menjaga pertahanan atau posisi di puncak, perlu perhatian ekstra. Artinya, kemungkinan jika salah mengatur langkah, PDI-P akan menjadi common enemy.

Sumber : Bung Amas Mahmud




Berita Lainnya

PKB ke Anies, Ojo Kemajon

05/10/2022 15:16 - Anas Baidowi

Banteng FC Bidik Hattrick

05/10/2022 09:26 - Indah Pratiwi

PSI: Ganjar Capres Terbaik

04/10/2022 11:31 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA