Thursday, 11 Aug 2022
Temukan Kami di :
Opini

Negara Tidak Boleh Kalah dan Ngalah

Indah Pratiwi - 10/06/2022 06:27 Ditulis Oleh : Asrof Husin

Jika dinegara Arab Saudi ada yang melakukan konvoi2 dari kelompok khilafah dan membagi2kan brosur/pamflet khilafah, ngajak bergabung dikelompok khilafah mereka, maka akan langsung ditangkap dan langsung dihukum mati.


Jika dinegara Pakistan yang seperti demikian, maka akan langsung ditangkap, dimasukan penjara dan langsung dikenai UU teroris dan tidak keluar lagi dari penjara.

Sekarang kita ambil contoh penanganan yang tegas dinegara tetangga kita saja Malaysia terhadap radikalis teroris, :

– Pada 18 Okt 2018, seorang TKI dijatuhi hukuman 10 bulan penjara di Malaysia karena memiliki 5 gambar dan 9 video yg berkaitan dgn ISIS diponselnya.

– Pada 5 Nov 2018 seorang WNI dihukum 30 bulan penjara di Malaysia karena memiliki 2 photo kelompok ISIS, WNI ini istrinya adalah wanita Malaysia yg baru dinikahinya, dia meminta keringanan pengadilan karena istrinya sedang hamil, tetapi keputusan pengadilan tetap tidak berubah.

– Pada 17 Sept 2015 Malaysia resmi melarang HT ( Indonesia HTI ), Presiden HT Malaysia sempat melawan dan menggelar konferensi pers pd 4 Des 2015 tetapi langsung ditangkap pihak berwajib. Di Malaysia HT disebut kelompok menyimpang dan siapapun yg mengikuti gerakan pro khilafah ini akan menghadapi hukum.

Negara tidak boleh ngalah dan tidak boleh kalah dalam melawan kelompok2 khilafah, semua kelompok radikalis teroris yang ingin menjadikan Indonesia negara khilafah atau negara agama, yang hendak mengganti Dasar negara kita, ideologi/falsafah negara kita Pancasila dengan Khilafah.

Dan sekarang ini ketegasan telah diperlihatkan oleh Polda Metro Jaya yg telah menangkap pimpinan tertinggi Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Baraja dikediamannya diwilayah Telukbetung di Bandarlampung, Lampung dan akan dibawa ke Jakarta dan ketegasan juga telah diperlihatkan Polres Brebes yang mana telah menetapkan 3 tersangka dalam konvoi pemotor aliran Khilafatul Muslimin, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong dan percobaan makar. Salut untuk Polres Brebes dan sudah seharusnya diseluruh Indonesia Polisi itu mengambil sikap yg sangat tegas terhadap kelompok ini, ditangkap dan dijerat hukum dan jika tidak ada ketegasan maka kelompok ini akan terus berani dan negara pun dalam bahaya.

Negara tidak boleh ngalah dan tidak boleh kalah.

Negara, Polri tidak boleh takut jika kelompok2 ini membawa bendera hitam, putih dan apapun warnanya yang diklaim mereka sebagai bendera nabi. Sesungguhnya semua itu hanya topeng mereka saja, supaya dibilang mereka itu sebagai pembela agama dan supaya orang2 bodoh percaya lalu gabung bersama mereka.

Negara tidak boleh ngalah dan tidak boleh kalah.

Seharusnya dari awal periode ke 2 pemerintahan Presiden Jokowi, lewat Menteri Mahfud MD dibuatlah regulasi, aturan, Undang2 yang sangat tegas terhadap kelompok khilafah yang terus menyebarkan ideologi mereka, kelompoknya dibubarkan tetapi ideologinya terus disebarkan mereka. Jadi dengan adanya Undang2 yg tegas, maka mereka yg pawai khilafah, menyebarkan pamflet, menyebarkan ideologi mereka, bisa ditangkap dan dijerat hukum.

Dalam hal ini NU, Muhammadiyah dan MUI harus mendukung Presiden Jokowi dalam membuat regulasi/aturan/Undang2 yang tegas ini, jika Presiden Jokowi tidak didukung dan dibentengi oleh 3 ormas ini maka Presiden Jokowi tidak bisa membuat regulasi/aturan/Undang2 ini, karena ini masalah agama yg bisa dibolak balikan, Presiden Jokowi akan diserang dan didemo terus.

Bisakah 3 ormas ini bersatu dan mendukung Presiden Jokowi ?

NU kita yakin pasti mendukung, tetapi yang lainnya ?

Negara tidak boleh ngalah dan tidak boleh kalah.

Jika negara ngalah, berarti negara takut dan negara pun kalah. Maka kelompok2 khilafah, radikalis teroris ini, akan terus bebas menyebarkan ideologinya dan akan membesar, maka negara kita Indonesia akan bisa seperti Afghanistan dan Suriah. Sangat berbahaya.

Negara tidak boleh ngalah dan tidak boleh kalah.

Polri dan TNI harus tetap solid dan jangan sampai oknumnya banyak yang terkontaminasi paham khilafah ini dan paham radikal lainnya, ini sangat berbahaya. Harus tegas, jika ada oknumnya yg terlibat dengan kelompok/paham ini maka langsung dipecat.

Negara tidak boleh ngalah dan tidak boleh kalah.

Jika Pemerintah, Polri dan TNI bersikap tegas, maka masyarakat yang waras sudah pasti akan mendukung dan ikut melawan kelompok2 radikalis teroris ini.

Salam Damai..

Sumber : Status Facebook Asrof Husin.




Berita Lainnya

Prestasi Ganjar dan Obrolan Makan Siang

11/08/2022 15:36 - Indah Pratiwi

Indonesia Menuju Generasi Emas

10/08/2022 17:25 - Indah Pratiwi

Meributkan Jilbab Perempuan

08/08/2022 21:35 - Indah Pratiwi

Seragam Sekolah

05/08/2022 18:22 - Indah Pratiwi

Pesawat Itu Bernama Indonesia

04/08/2022 17:30 - Indah Pratiwi

Urgensi Mencari Penerus Jokowi

02/08/2022 13:17 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA