Friday, 01 Jul 2022
Temukan Kami di :
Internasional

Wartawan Veteran Al Jazeera Tewas Ditembak Militer Israel saat Meliput di Tepi Barat

Aisyah Isyana - 11/05/2022 17:42

Beritacenter.COM - Penembakan yang disebut dilakukan pasukan Israel, Rabu (11/5), dilaporkan turut menewaskan wartawan veteran Al Jazeera, Shireen Abu Aqleh. Insiden nahas itu terjadi saat korban tengah meliput operasi penyerbuan pasukan Israel di kamp pengungsian Jenin di Tepi Barat.

Media Al Jazeera dan Kementerian Kesehatan Palestina turut mengkonfirmasi kematianShireen Abu Aqleh (51), yang merupakan figur terkemuka dalam saluran berita Arab, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/5/2022).

Dalam pernyataannya, pihak Al Jazeera menyebut pasukan Israel secara terang-terangan telah melanggar hukum dan norma internasional. Dimana pasukan Isral telah membunuh Abu Aqle dengan darah dingin, saat korban tengah bekerja di wilayah Palestina.

"Dalam pembunuhan terang-terangan, melanggar hukum dan norma internasional, pasukan pendudukan Israel membunuh dengan darah dingin koresponden Al Jazeera di Palestina," kata Al Jazeera dalam pernyataannya.

Atas terjadinya insiden nahas itu, Al Jazeera turut menyerukan masyarkat Internasonal untuk meminta pertanggungjawaban pasukan pendudukan Israel atas penargetan dan pembunuhan yang disengaja terhadap seorang jurnalis.

Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut seorang wartawan Palestina lainnya juga ditembak dengan peluru tajam dibagian punggunnya. Jurnalis itu adalah Ali Samoudi yang bekerja untuk surat kabar Quds yang berbasis di Yerusalem. Saat ini, kondisi korban dilaporkan sudah stabil.

Pihak militer Israel turut mengonfirmasi jika pihaknya telah melakukan operasi di kamp pengungsian Jenin, yang merupakan kelompok-kelompok bersenjata Palestina di Tepi Barat bagian utara. Militer Israel membenarkan soal terjadinya baku tembak, hanya saja mereka mengaku tengah menyelidiki apakah wartawan terluka mungkin terkena tembakan Palestina.

Atas terjadinya insiden itu, pihak militer Israel turut menyalahkan beberapa serangan itu pada penuduk Janin, yang disebut telah meningkatkan operasi di daerah itu dalam beberapa pekan terakhir.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA