Friday, 01 Jul 2022
Temukan Kami di :
News

Kritik Penamaan JIS oleh Anies, PDIP DKI : Seharusnya Kembali ke Nama 'BMW'

Harusnya (kembali pakai nama BMW), ketentuan UU kan seperti itu, karena harus mendukung bahasa Indonesia. Balik kembali ke nama BMW oleh Pak Foke (Fauzi Bowo)

Aisyah Isyana - 11/05/2022 16:58

Beritacenter.COM - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta berkomentar soal penamaan stadion Jakarta International Stadium (JIS), yang seharusnya tak bisa dinamai begitu. PDIP menilai, stadion bertaraf internasional yang disebut Gubernur Anies Baswedan sebagai 'mahakarya' itu mestinya diberi nama Stadion Bersih Manusiawi Wibawa (BMW).

"Harusnya (kembali pakai nama BMW), ketentuan UU kan seperti itu, karena harus mendukung bahasa Indonesia. Balik kembali ke nama BMW oleh Pak Foke (Fauzi Bowo)," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono kepada wartawan, Rabu (11/5/2022).

Gembong menyebut penamaan Stadion BMW itu telah dilakukan saat saat Fauzi Bowo atau Foke menjabat Gubernur DKI pada 2008 lalu. Dia menilai, nama BMW untuk stadion yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara itu memiliki makna tersendiri.

"Penamaan Stadion BMW itu oleh Pak Foke. Kenapa BMW? Kan menandakan itu adalah ikon Jakarta saat itu," ucapnya.

Gembong menilai, Gubernur Anies ingin membangun kesan intelektual tinggi dari pemilihan nama JIS untuk stadion itu. Meski tak menampik nama JIS memberi kesan intelektual tinggi, Gembong menilai sejatinya hal itu tak mencerminkan bahasa persatuan.

"Memang kesan yang ingin dibangun Pak Anies kesan intelektual. Bahwa dengan bahasa Inggris kesan intelektualnya tinggi. Tapi dalam konteks membangun bahasa persatuannya rendah," kata Gembong.

Gembong turut mengingatkan jika bahasa Indonesia seharusnya dapat terus menjadi warisan bangsa. Dia menyebut masyarkat tanah air tentunya mesti bangga karena memiliki bahasa bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

"Kita harus mewariskan itu ke anak-cucu kita. Kita harus bangga bahasa persatuan kita, dan bahasa komunikasi. Kita harus menggunakan bahasa persatuan yang baik," ucap Gembong.

"Jadi memang bahasa persatuan itu yang menyatukan kita, seluruh elemen bangsa Indonesia. Maka itu harus junjung tinggi, dan itu harus jadi kebanggaan kita," pungkasnya.

Sekedar diketahui, mantan anggota Ombudsman Alvin Lie sebelumnya menyoroti penamaan JIS. Dia menilai, penamaan banguinan seharusnya wajib menggunakan bahasa Indonesia.

"Undang-undang itu kan harus menjadi rujukan kita, terutama yang menyangkut pelayanan publik, ruang publik, administrasi pemerintahan, apalagi stadion, bandara, dan tempat lainnya. Itu kan dibangun menggunakan APBN, APBD, yang merupakan aset negara maupun aset daerah," ucap Alvin kepada wartawan, Senin (9/5).




Berita Lainnya

Baku Tembak dengan KKB, Satu Anggota TNI Gugur

30/06/2022 21:43 - Rahman Hasibuan
Kemukakan Pendapat


BOLA